17 Jun 2019 14:43
Pengamat: OPD Wajib Kerja Ekstra

Serapan Anggaran Pemkoty Tomohon Baru 26,6 Persen

MyPassion
Ilustrasi.(Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM—Salah satu media menakar sejauh mana capaian kinerja seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Tomohon, yakni lewat realisasi serapan anggarannya. Meski telah memasuki akhir bulan kelima tahun ini, realisasi serapan anggaran Pemkot Kota Bunga, nyatanya tak lebih dari 26 persen dari  total APBD Tahun 2019 yang berjumlah kurang lebih Rp.718 Miliar.

Capaian ini wajib ditingkatkan, apalagi kelangsungan perbaikan taraf kesejahteraan masyarakat. Besar bergantung, pada realisasi anggaran para eksekutif. Demikian disampaikan Pengamat Pemerintahan Charles Tangkau.

“Sejauh mana peningkatan kualitas hidup masyarakat di satu daerah. Dapat diukur dari seberapa jauh serapan anggaran. Lebih-lebih, kas keuangan daerah yang ada di SKPD strategis semisal pekerjaan umum (PU), dinas kesehatan, pendidikan atau dinas-dinas yang menyentuh langsung ke masyarakat. Segera pacu kinerja, jangan sampai dana yang sudah teranggarkan ini, hanya terparkir dan menjadi Silpa, di akhir tahun nanti,” kritik Tangkau.

Senada, Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat juga mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah. Untuk sigap dalam mengeksekusi pos anggaran yang sudah tertata. Bukan tanpa alasan, kebanyakan dari pemerintah daerah. Menganggap tiga bulan pertama tiap tahunnya, sebagai masa perencanaan. Karenanya, tak heran jika penyerapan anggaran tak seperti yang ditargetkan.

“Mindset seperti itu harus kita ubah, karena semakin cepat masa eksekusi itu kan bagus, jangan kelamaan berencana tapi nggak action-action, terlalu cepat menganalisa tanpa perhitungan mantap juga harus dihindari. Artinya, dalam tiap perencanaan hingga perwujudan program harus ada ukuran, sejauh mana program ini nantinya berdampak ke masyarakat. Biar ada efeknya kan,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon Drs Gerardus Mogi tak memungkiri, jumlah serapan tersebut masih di bawah target pihaknya. Yang mengincar, sekira 40 persen di rentang lima bulan pertama.

“Tentunya ini perlu perbaikan dan kesigapan seluruh SKPD. Cepat dalam mengeksekusi program kerja yang sudah direncanakan, biar postur keuangan yang sudah ditetapkan bisa terpakai, tentunya dengan kajian dan pemanfaatan yang sesuai aturan,” terangnya.(jul)

Kirim Komentar