17 Jun 2019 15:30

Penyelewengan Dandes di Mitra Dinilai Masih Adem Ayem

MyPassion
Ilustrasi.(Istimewa)

***kutipan***

 

Terutama untuk di Desa Molompar Utara. Kumtuanya dipastikan disidang melalui majelis TGR. Molompar Utara ini dipastikan bakal disidang.”

David Lalandos
Plt Kepala Inspektorat Mitra

MANADOPOSTONLINE.COM—Beberapa waktu lalu, Inspektorat Mitra disibukkan dengan adanya sejumlah dugaan penyelewengan dana desa (dandes). Namun hingga memasuki masa pensiun, eks Kepala Inspektorat Kabupaten Mitra Robert Rogahang terkesan gagal menyelesaikan dugaan penanganan penyelewengan dandes.

Padahal pada beberapa kesempatan, pejabat yang sekarang menduduki Kepala PDAM Mitra ini sering menyebut, sejumlah penyelewengan dandes tersebut segera diserahkan ke pihak aparat penegak hukum (APH).

Lantas hal tersebut menuai tanggapan masyarakat. Sejumlah pernyataan Inspektorat beberapa waktu lalu, terkesan hanya sebatas langkah menakut-nakuti. “Harusnya ada tindakan tegas. Apalagi sudah dibuat pernyataan di media, bakal segera diserahkan ke APH. Namun nyatanya sampai pensiun, tidak ada realisasi. Ternyata mungkin tak bertaji,” kritik Zulfan Junus, tokoh masyarakat asal Belang. “Supaya tidak menimbulkan pertanyaan di Masyarakat, harusnya setiap temuan dandes wajib disampaikan, bagaimana tindaklanjutnya. Apakah sudah langsung diselesaikan atau malah ada langkah lanjutan,” terangnya.

Diketahui, eks Kepala Inspektorat Robert Rogahang sebelumnya mengungkapkan ada belasan kumtua bakal diperhadapkan dengan APH. Namun saat dikonfirmasi, Minggu (16/6), melalui panggilan telpon di nomor 0812440xxxx Rogahang enggan merespon.

Di sisi lain, Plt Kepala Inspektorat David Lalandos saat dikonfirmasi mengatakan, penyelesaian temuan kerugian negara sementara dituntaskan. “Terutama untuk di Desa Molompar Utara. Kumtuanya dipastikan disidang melalui majelis TGR. Molompar Utara ini dipastikan bakal disidang. Namun untuk waktu persidangan masih sementara diatur, kemudian ditentukan kapan,” jelasnya.

Untuk sejumlah dugaan kasus dandes lainnya, menurut Lalandos ada sembilan yang diselesaikan. Salah satunya di Kecamatan Silian. "Yang sembilan ini masalahnya di pajak. Namun sudah dibayarkan bulan lalu,” tandas Lalandos.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar