17 Jun 2019 08:58

Pemerintah Akan Terapkan Batas Bawah Harga Cengkih

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Cengkih jadi perhatian tersendiri. Dalam waktu dekat diwacanakan akan ada penerapan harga batas bawah untuk pembelian cengkih. Ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sulut Jenny Karouw.

“Dalam waktu dekat kita akan menerapkan harga pengambilan minimal dan batas atas cengkih. Sama seperti yang diterapkan pemerintah pusat pada tiket pesawat. Hal ini lebih mengatur harga di pasaran yang bervariatif,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sulut Jenny Karouw.

Sembari menambahkan wacana tersebut nantinya, akan diinformasikan ke seluruh pihak yang terkait. Utamanya perwakilan asosiasi petani cengkih di Sulut.

Lebih jauh Karouw menjelaskan, selain penentuan harga minimal pembelian cengkih. Pihaknya pun bakal melobi Kementerian Keuangan, guna peniadaan pengenaan pajak.

Bagi pembelian cengkih yang murni dan belum diolah menjadi bahan baku. Selain itu, ada wacana juga nantinya badan usaha yang dimiliki Pemprov, wajib melakukan pembelian cengkih juga langsung dari petani.

“Cengkih ini tak seperti bapok. Jadi secara keseluruhan mekanisme pasar memang dibutuhkan. Memang, diakui juga, soal ketersediaan pabrik yang secara langsung mengolah komoditas ini masih kurang. Tapi, yang perlu menjadi perhatian di sini, secara nasional pembelian cengkih mengalami perlambatan. Karena pabrik rokok juga terbentur dengan program hidup sehat pemerintah, selain itu cadangan cengkihnya memang masih banyak. Sementara di sisi lain, pasokan stok cengkih terus bertambah. Ini yang membuat harga cengkih tak besar kenaikannya,” papar dia.

Sementara itu, Ekonom Sulut Joy Tulung mengungkapkan, stagnannya harga cengkih tersebut berbanding terbalik dengan biaya perawatan dan biaya tenaga kerjanya saat panen.

“Biaya perawatannya saja sudah mahal, pupuk dan sebagainya perlu anggaran, belum lagi ketika pohon itu harus dibersihkan, pemetik juga sekarang mulai susah di dapat kecuali dibayar mahal, dengan harga seperti ini tentu petani merugi," ungkapnya.

Dia melanjutkan menjadi kendala sekarang banyak petani karena harga yang tidak menguntungkan setiap tahunnya akhirnya tidak merawat lagi cengkihnya.

"Kalau harga begini akan banyak yang meninggalkan pertanian cengkih ini, ini warning kepada pemerintah agar primadona Sulut jangan sampai hilang," ujarnya.

Menurut dia pemerintah harus bertindak cepat dan mencari cara agar segera. Didalamnya Disperindag harus lebih kreatif. "Di kampung sekarang kebanyakan sudah beralih profesi karena pertanian mulai dinilai tidak menguntungkan. Pemerintah seharusnya bisa perkirakan karena ini menjadi komoditas unggulan kita, Disperindag dan dinas lainnya yang terkait harus kreatif tentang itu," pungkasnya.(jul/gel)

Kirim Komentar