17 Jun 2019 15:05

Jurang Terjal dan Minim Penerangan, Jalan Ulu-Ondong Teror Pengendara

MyPassion
Salah titik jalan yang sering meminta korban, selain tanpa penerangan, ruas jalan ini memiliki jurang sekira 15 hingga 20 meter di sisi kiri, serta tanpa pembatas jalan yang memadai.(Don/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Tidak tersedianya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) nyaris, di sepanjang ruas Jalan Ulu - Ondong, wajib mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro. Pasalnya, dari pantauan, di ruas jalan tersebut, hanya memiliki lampu jalan di beberapa titik tertentu saja. Hanya Kelurahan Bebali saja yang berfungsi. Selebihnya gelap gulita.

Kepala Bidang Perindustrian dan ESDM Daviet Jacob ketika diwawancarai beberapa waktu lalu mengatakan, akan ada kucuran anggaran sekira Rp. 225 Juta guna memperbaiki sekira 56 titik lampu di Tahun 2018 lalu. Alih-alih mendapatkan penerangan yang diharapkan, hingga saat ini kondisi ruas jalan tersebut seperti mengintai keselamatan pengendara. Warga yang melintas diminta untuk ekstra hati-hati, apalagi dengan keberadaan jurang sedalam 20 meter.

“Dari anggaran Rp.225 juta itu, nantinya akan dibagi dua pembiayaan, masing-masing Rp.73 juta untuk pemeliharaan 30 titik lampu jalan berjenis leher angsa. Rp. 151 juta sisanya, untuk pemeliharaan 26 titik lampu solar cell,” jelas Jacob. Disayangkan, rencana tersebut, sepertinya seperti jauh api dari panggang. Bahkan, hingga memasuki paruh pertama Tahun 2019, langkah nyata Pemkab tak kunjung dilakukan.

Terpisah, Kadis Disperindag Fatmawati Kalebos mengungkapkan, pihaknya juga terus mengupayakan usulan terkait penambahan titik PJU, serta program revitalisasi penerangan yang kini padam. "Namun rencana itu, banyak terkendala dikarenakan banyak pos anggaran yang terpotong untuk Pilkada,” kelitnya.

Terpisah Rain Mocodompis, salah satu warga Ondong mengeluhkan, dirinya sering merasa terancam saat harus melewati ruas tersebut, utamanya saat malam hari. "Sebab ada beberapa titik rawan yang memang tanpa penerangan. Seperti di lava dan tanjakan menaiki Kecamatan Siau tengah, di situ jadi titik paling rawan, tak sedikit warga mengalami kecelakaan di sana. Termasuk saya pernah sekali nyaris masuk jurang. Tentu ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah kabupaten," keluhnya.(drp/jul)

Kirim Komentar