15 Jun 2019 09:16

Wagub: PNS Tak Loyal Silahkan Minggir

MyPassion
Steven Kandouw

MANADOPOSTONLINE.COM—Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw mengingatkan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk terus loyal. Menurutnya, dalam mewujudkan semua visi misi pimpinan harus didukung kinerja yang maksimal dari PNS.

"Jadi memang PNS itu wajib loyal. Dan memang menjadi kewajiban. Jika tidak loyal silahkan minggir. Kita mencari orang yang sesuai dan dapat menunjang visi misi kita. Jika PNS loyal, maka semua program kita baik penurunan kemiskinan serta program infrastruktur dapat terwujud," tuturnya, Jumat (14/6).

Dirinya mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi dari semua kinerja PNS. Bukan hanya pejabat yang memiliki jabatan, tapi berlaku untuk semua staf Pemprov Sulut. Akan ada sanksi bagi PNS, menurut Kandouw, jika tidak mampu loyal dan mensukseskan program pemerintah.

"Ya salah satu cara untuk kita mengetahui mereka kerja atau tidak. Adalah evaluasi. Kan sekarang ada e-kinerja. Jika memang tunjangan yang dibayar tidak sesuai, maka kita akan pertanyakan. Karena itu kita juga ikut evaluasi. PNS wajib loyal, dalam menyukseskan program kita untuk kesejahteraan masyarakat. Jika tidak bisa bersinergi, silahkan minggir," imbuhnya.

Selain harus loyal, SK juga meminta agar semua PNS di pemprov harus bersikap netral dalam Pemilu. Menurutnya, PNS punya tugas penting mensukseskan Pemilu yang bersih dan transparan. Akan ada sanksi jika PNS terbukti tidak netral dalam Pemilu.

"Kan salah satu program kita adalah mensukseskan Pemilu. Dengan loyalnya PNS, maka dapat membuat Pemilu sukses dan transparan. Jangan sampai ada PNS yang ikut kegiatan politik. Ya sanksinya bisa sampai dipecat. Nanti lihat bagaimana pelanggarannya. Saya terus minta agar PNS dapat terus bersinergi," ungkapnya.

Di sisi lain, pengamat pemerintahan Dr Jhony Lengkong sangat setuju dengan sistem yang diterapkan pemprov. Lengkong menilai, untuk menjalankan roda pemerintahan yang baik, tentu semua yang bekerja memiliki jiwa yang kuat dalam melayani masyarakat.

"Kebutuhan pelayanan masyarakat sekarang semakin tinggi. Jadi harus orang yang berkompeten dalam menjalankan hal tersebut. Dan langkah ODSK dalam menerapkan sistem tersebut sudah tepat. Karena kan visi dan misi mereka sulit. Jadi orang yang memang kerja nyata yang bisa mendampingi mereka," imbuhnya.

Untuk pejabat yang kurang berprestasi Lengkong mengatakan, jangan ditempatkan di satu instansi yang strategis dan memiliki banyak target serta tuntutan kerja. Karena itu, dalam penempatan seorang pejabat, harus bisa didasari sesuai kemampuan pejabat tersebut.

"Kalau dia tidak berprestasi disatu instansi. Maka jangan tempatkan dirinya di instansi strategi. Itu hanya akan merusak instansi tersebut. Bukan saatnya sekarang, untuk bereksperimen. Sekarang, waktunya untuk kerja dan melayani masyarakat. Jadi harus yang paling terbaik yang ditempatkan dalam satu instansi yang memang strategis dan bersentuhan dengan masyarakat," tutupnya. (tr-02/can)

Kirim Komentar