15 Jun 2019 09:19
BKD: Rampungkan Pengusulan Formasi CPNS

Sulut Butuh 2.670 Guru

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Sampai saat ini kebutuhan tenaga pendidik belum tuntas. Bahkan tak tanggung-tanggung, yang menjadi kebutuhan terhadap tenaga pendidik di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencapai 2.670 orang. Hal ini dibeberkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Femmy Suluh, Jumat (14/6).

 

"Jadi saat ini kita sementara melakukan penyusunan kebutuhan untuk pengusulan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Dan dari data kebutuhan untuk pengusulan yang kita sementara rampungkan, ada 2.670 tenaga pendidik yang sebenarnya menjadi kebutuhan daerah.

Itu khususnya untuk sekolah SMA dan SMK. Namun kita juga sementara menggenjot agar dalam sepekan ini kita bisa lihat berapa sebenarnya angka pasti. Potensi bertambah bisa terjadi. Namun untuk angka sekarang, yang jadi kebutuhan adalah 2.670 tenaga pendidik," tuturnya.

Kebutuhan tenaga pendidik tersebut, menurut Suluh, diprioritaskan bagi sekolah di 15 kabupaten/kota yang statusnya berada di daerah terpencil. Karena memang sesuai instruksi, pemerataan kualitas pendidikan diprioritaskan untuk daerah terpencil.

Data ini juga yang menurut Suluh, akan dikirim ke pusat untuk kebutuhan terkait formasi CPNS. Namun dirinya belum bisa memastikan, berapa banyak kebutuhan yang akan disetujui pusat. Karena yang menjadi tugas daerah, adalah merampungkan semua kebutuhan tenaga dari beberapa sektor.

"Kebutuhan guru yang memang kita usul ini, adalah prioritas daerah terpencil. Karena sesuai instruksi dan permintaan pusat, daerah terpencil ini yang akan mendapatkan alokasi. Namun kita belum bisa memastikan, berapa banyak yang akan disetujui pusat.

Karena disana juga akan ada kalkulasi, baik terkait anggaran dan juga jumlah yang tepat. Namun jumlah ini yang akan kita usul ke pusat untuk alokasi 2019. Apakah akan disetujui semua, atau hanya setengah. Kita belum bisa memastikan hal itu. Semua kewenangan ada di pusat," ujarnya.

Sementara itu, pakar pemerintahan Dr Welly Waworundeng mengatakan, saat ini yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Karena menurutnya, tidak memiliki dampak positif alokasi pengadaan tenaga guru maupun kesehatan jika SDM tersebut masih tetap standar.

Tidak akan ada perubahan pola kesehatan dan pendidikan yang, menurut Waworundeng, jika tidak didongkrak dengan SDM yang mumpuni.

"Pengadaan jika tidak akan berguna jika SDM tersebut masih lemah. Yang harusnya dilakukan pemerintah daerah adalah memprioritaskan pengembangan SDM. Apalagi untuk dua sektor ini. Akan sangat bahaya jika tenaga kesehatan yang tidak berkompetisi. Banyak yang tidak sembuh atau malahan membahayakan masyarakat. Begitu juga dengan pendidikan, tidak akan maju siswa/siswi kita jika SDM tenaga pendidik rendah. Pemerintah pusat sudah menyadari hal ini, sehingga tahun ini yang menjadi prioritas adalah pengembangan SDM. Ini harus juga diaplikasikan di daerah," tuturnya. (tr-02/can)

Kirim Komentar