15 Jun 2019 09:08

Militer AS Mulai Merapat ke Sulut

MyPassion
Pesawat angkut berat jenis C-17 Globe Master milik US Air Force tiba di Pangkalan Lanud Sam Ratulangi kemarin siang. Rombongan disambut Danlanudsri Manado Kolonel Pnb Johnny Sumaryana. (DOK. LANUDSRI)

MANADOPOSTONLINE.COM—Persiapan latihan militer angkatan udara Indonesia dan Amerika Serikat terus dimatangkan. Untuk mendukung operasi bersandi ‘Cope West 2019’, Jumat (14/6) siang Pangkalan Udara Sam Ratulangi menerima kedatangan satu pesawat angkut berat jenis C-17 Globe Master milik US Air Force (USAF).

Kedatangan pesawat jenis C-17 Globe Master dipimpin oleh Kapten Pilot Capt Rocque Gardland dan Co Pilot Capt Jon Simon Cs. Mereka disambut langsung Komandan Lanudsri Manado Kolonel Pnb Johnny Sumaryana, di Apron Bandara Sam Ratulangi.

Pesawat angkut berat tersebut mendarat di Manado pukul 13.58 WITA. Usai menempuh perjalanan jauh dari pangkalan militer AS di Jepang ke Pangkalan Sam Ratulangi. Cope West 2019 bakal berlangsung mulai 17 hingga 28 Juni 2019.

Pesawat C-17 dengan tanda Reg. USA, no Reg. 55152 ini membawa 7 orang crew, pax 43 orang dan Kargo seberat 42.140 kg, untuk mendukung ground crew/teknisi serta peralatan pendukung dari Skadron Tempur F-16 USAF.

Dalam latihan Cope west Tahun 2019 nanti,  angkatan udaranya Amerika Serikat akan menggunakan pesawat tempur F-16 dari Skadron 14 yang bermarkas di Misawa Jepang. Sementara TNI AU  RI akan mendatangkan pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi.

Tahun ini merupakan latihan bersama ketujuh yang digelar di Indonesia, dan ketiga kali di Manado. “Latihan saat ini menitikberatkan pada latihan perang di udara pesawat tempur F-16 dari kedua pihak,” sebut Danlanudsri Kolonel Pnb Johnny Sumaryana.

Sumaryana juga menyebutkan, jenis-jenis pesawat-pesawat tempur yang akan dilibatkan nanti. Latihan ini, lanjut Sumaryana sangat positif bagi dua angkatan bersenjata yang beda negara ini.

“Tentu TNI AU akan terus memperkuat kekuatan. Untuk terus mengawal kedaulatan wilayah udara NKRI. Sehingga latihan-latihan seperti ini bisa menambah pengalaman dari para pilot tempur TNI AU,” kunci danlanudsri.(gnr)

Kirim Komentar