15 Jun 2019 12:37
Maksimalkan Tranparansi dan Akuntabilitas

Juli, Pemkot Tomohon Terapkan Cashless

MyPassion
Ilustrasi.(Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM—Meski berhasil mencetak double hattrick dalam raihan, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulut. Nyatanya hal tersebut, tak membuat jajaran Pemerintah Kota Tomohon tak berpuas diri. Hal ini dibuktikan dengan, keseriusan eksekutif yang dipimpin duet Wali Kota Jimmy Feidie Eman SE Ak CA dan Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan (JFE-SAS) yang mewajibkan seluruh OPD untuk menseriusi catatan BPK, yang wajib tuntas dalam rentang 60 hari ke depan.

"Tentunya terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Tomohon atas hasil yang dicapai, kita berhasil mendapatkan Opini WTP enam kali berturut-turut. Tapi, jangan cepat berpuas diri, kita wajib fokus dan menindaklanjuti semua catatan BPK yang harus dituntaskan selama 60 hari," sebut Eman di sela Rapat Koordinasi Pemerintah Kota Tomohon yang di gelar di Rudis wali kota, Jumat (14/6) kemarin.

Tak sampai di situ, dirinya pun meminta kepada seluruh SKPD di Kota Bunga. Untuk tertib administrasi dan anggaran. Dengan mewajibkan seluruh sistem pembayaran melalui mekanisme non-tunai.

"Mulai bulan Juli semua pembayaran sudah harus memakai sistem non tunai. Dan hal ini harus dilaksanakan bersama-sama, dan akan terus dievaluasi," lugas dia.

Pasalnya, hal tersebut tak hanya diterapkan di Kota Religi. Namun, bersifat mutlak di 15 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Utara.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Ir Harold Lolowang menambahkan, semangat transparansi dan akuntabilitas dalam sistem penganggaran. Jadi alasan diberlakukannya mekanisme pembayaran non-tunai. Meski, dalam jalannya roda pemerintahan di Tomohon, hal ini secara bertahap telah dilakukan pihaknya.

"Menutup celah terjadinya penyimpangan anggaran, gratifikasi apalagi korupsi. Menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan, itu semangatnya. Sehingga, dari rekomendasi perbaikan BPK, ada penurunan angka di sana," imbuhnya.

Sembari menambahkan, kiranya seluruh kepala perangkat daerah serta bendahara dapat mengikuti Rakor ini dengan saksama agar seluruh arahan dapat dilaksanakan dengan baik.

Turut dalam kegiatan ini, seluruh jajaran Pemkot Tomohon,  bendahara, camat dan lurah se-Kota Tomohon.(jul)

Kirim Komentar