14 Jun 2019 09:28

Ini Nih Biang Turunnya Penumpang Lebaran 2019

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Melambungnya harga tiket plus ditetapkannya bagasi berbayar oleh maskapai. Membuat pergerakan penumpang, yang keluar dan masuk dari pintu Bandara Sam Ratulangi Manado. Untuk kali pertama, sepanjang sejarahnya mengalami penurunan (lihat grafis, red).

 

“Sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ditetapkan. Kami bersama tim terpadu, secara resmi menutup Posko Lebaran 2019. Dan seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, puncak arus balik saat tanggal (9/6) hingga H+7 (hari ini, red). Akumulasi penumpang yang tercatat di bandara turun sekitar 28 persen,” ungkap General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguai, di sela penutupan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2019 , di kompleks terminal bandara, Kamis (13/6) kemarin.

Lebih jauh dijelaskannya, penurunan penumpang sudah pasti berbanding lurus dengan pergerakan pesawat. Sekitar 21 persen, kata dia.  

Namun, ada sedikit kontraksi positif khususnya di sektor kargo. Makin tingginya minat masyarakat Nyiur Melambai yang menggunakan jasa jual-beli online, memberikan angin segar pada traffic pengiriman barang di bandara.

“Kalau pergerakan pesawat dan penumpang turunnya dua digit. Nah, khusus untuk kargo, tipis pengaruhnya. Hanya sekira 2 persen pengaruhnya. Total pergerakan kargo sebesar 397  Ton. Adapun untuk rata-rata per hari pergerakan pesawat sejumlah 56 pergerakan, penumpang sebanyak 5.869 Pax dan kargo rata-rata per hari itu 24 Ton,” bebernya.

Meski begitu, pihaknya optimis, di momen perayaan Natal dan Tahun Baru di akhir tahun nanti. Jumlah penumpang hingga kargo yang ada di bandara dapat lebih baik ketimbang realisasi saat Idul Fitri.

“Karena kota atau provinsi ini kan mayoritas umat kristiani. Tentunya kami berharap, jika persentase penumpang dan kargo nantinya bisa meningkat dan melebihi capaian saat Lebaran kali ini,” pungkasnya, sembari mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh instansi dan dinas yang turut bekerja sama. Menyukseskan dan mengamankan proses mudik dan arus balik selama gelaran Idul Fitri tahun ini.

Sementara itu, saat disinggung dengan kecenderungan maskapai, menerapkan harga jual tiket pesawat, yang nyaris atau tepat menyentuh Tarif Batas Atas (TBA). Inspektur Keamanan Penerbangan  Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado Joni Andri menyatakan, hal tersebut masih sesuai dengan koridor dan aturan yang ditetapkan. Hanya saja, pihaknya mengingatkan kepada seluruh penyedia jasa tiket ‘burung besi’ untuk tidak melewati TBA yang telah ditetapkan.

“Memang masalah kenaikan tiket yang lalu itu sempat memberikan dampak kurang baik bagi tumbuh kembang pariwisata, apalagi masyarakat sebagai konsumen jasa angkutan udara. Tapi setelahnya kan, ada Permenhub 106 Tahun 2019, yang mewajibkan seluruh maskapai untuk mematuhi range harga jual tiket. Ini harus dipatuhi maskapai, travel dan semua yang berhubungan dengan hal ini. Ingat, melewati batas TBA, ada sanksi yang bisa kita kenakan. Maksimalnya, bisa sampai pencabutan rute,” terangnya. (jul)

Kirim Komentar