13 Jun 2019 13:39

Wabah Mematikan di Minsel Renggut Satu Nyawa

MyPassion
Ilustrasi.(Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sepanjang enam bulan berjalan di tahun 2019, laporan gigitan anjing rabies meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Minsel, kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) sudah hampir menyentuh 200 kasus.

 

"Tepatnya 178 kasus sampai hari ini masuk laporan ke kami. Semua sudah diperiksa dan hasilnya memang positif kena virus Rabies," ujar Kadis Kesehatan Minsel Dokter Erwin Schouten saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/6).

Dijelaskannya, gigitan anjing rabies memang dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian. Namun hal itu terjadi kalau para korban gigitan tidak langsung memeriksakan ke puskesmas atau ke dokter.

"Seperti yang menimpa warga Desa Tondey Bulan Januari lalu. Korban gigitan tidak langsung melaporkan ke puskesmas sehingga terlambat diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Padahal saat digigit, ada waktu satu kali 24 jam untuk melaporkan dan mendapatkan VAR gratis di Dinas Kesehatan," jelas Schouten.

Pencegahan untuk kasus GHPR ini, ditambahkannya dapat dilakukan melalui kesadaran warga dalam merawat hewan peliharaan anjing. "Selain kita punya VAR, kembali lagi ke masyarakat yang punya hobi memelihara anjing supaya bisa merawat terlebih memberikan obat vaksin secara rutin," tukasnya sembari mengatakan wabah terbesar penyebaran kasus GHPR ada di wilayah Kecamatan Maesaan, Tompaso dan Tenga.(rgm/gnr)

Kirim Komentar