13 Jun 2019 13:38

Pria Pinaling Minsel Ditemukan Gantung Diri

MyPassion
Korban usai ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di daun pintu dapur rumahnya, kemarin.(Dok. Babinsa)

MANADOPOSTONLINE.COM—Warga Desa Pinaling, Kecamatan Amurang Timur, Minsel digegerkan dengan kasus gantung diri, Rabu (12/6) dini hari. Kejadian nahas itu menimpa lelaki Herry Pangemanan (32), warga Jaga IV Desa Pinaling.

Informasi dirangkum, pria tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan diri di tiang pintu dapur rumah. Alasannya karena penyakit liver dan asam lambung yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Kronologis kejadian berawal pada Selasa malam sekira pukul 22.00 WITA, korban yang mengeluhkan sakit pada perutnya. Ayah korban Niko Pangemanan (65) kemudian berusaha menenangkan sakit korban dengan memijatnya hingga sekira pukul 24.00 WITA.

"Dia (korban) lalu suruh saya untuk beristirahat karena sudah larut. Saat itu saya tidak berpikir macam-macam karena memang sudah larut, jadi saya ke kamar untuk istirahat. Tapi sebelum saya masuk kamar, saya lihat dia ke dapur, saya pikir dia sekedar ambil minum," jelas ayah korban.

Sekira pukul 04.00 WITA, ayah korban terbangun dan hendak mengecek keadaan sang anak. Dia pun terkejut melihat kondisi korban sudah dalam keadaan tergantung pada seutas tali di pintu dapur. “Saya langsung berteriak mencari pertolongan warga. Akhirnya saat dilaporkan ke pemerintah desa, saya lihat anak saya memang sudah meninggal," sebutnya.

Warga kemudian langsung melaporkan kejadian ke pemerintah desa dan melanjutkan ke pihak berwajib. Babinsa Serka Opden Ladi yang menerima laporan langsung menuju ke TKP.

"Sesampainya di lokasi, banyak warga yang sudah terkumpul. Saya kemudian mengambil langkah dengan menurunkan jenazah dibantu oleh warga. Disitu juga saya mendapatkan sepucuk surat yang diduga ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya. Setelahnya mengamankan itu sambil berkoordinasi dengan kepolisian," tukas Serka Ladi.

Beberapa saat kemudian, personel piket Polsek Amurang tiba di lokasi, dan langsung melakukan olah TKP. Kapolsek Amurang AKP Edi Suryanto saat diwawancarai mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga dan menyatakan tidak akan diotopsi.

“Berdasarkan hasil olah TKP, diketahui kejadian ini murni bunuh diri karena sebelumnya korban meninggalkan sepucuk surat permintaan maaf kepada keluarga karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Pihak keluarga menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menolak proses otopsi,” tukasnya.(rgm/gnr)

Kirim Komentar