13 Jun 2019 09:33
Masa Nginap Turis Juga Lebih Lama

Pilpres, Kunjungan Wisman Justru Naik

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Capaian kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman, red) ke Sulawesi Utara, lewat Bandara Sam Ratulangi Manado, di Bulan April terbilang cukup baik.

Padahal, di periode tersebut, masyarakat tengah melaksanakan agenda demokrasi lima tahunan. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, tercatat di Bulan April, ada 10.906 wisman (lengkap lihat grafis, red)  yang berpelesir ke Nyiur Melambai.

Dikatakan Kepala BPS Sulut Ateng Hartono, capaian tersebut naik tipis jika dibanding bulan sebelumnya. “Meningkat sebesar 1,35 persen. Nah, jika dibandingkan lagi dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun berbeda lebih besar lagi persentasenya yakni, sebesar 6,92 persen,” ungkap dia.

Jika ditarik dari tiga tahun belakangan, lanjut dia, dominasi turis China tentunya tak terbantahkan. Khusus untuk Bulan April lalu, ada 10.196 orang atau 93,49 persen sumbangsih wisman dari negara paling banyak penduduk di dunia tersebut.

“ Diikuti Amerika, Jerman, Singapura dan Inggris. Ini lima besar negara asing yang mengunjungi Sulut,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Distribusi Marthedy Tenggehi menambahkan, meski mengalami peningkatan dari sisi jumlah kunjungan wisman. Nyatanya, realisasi Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulut, menurun 0,11 poin.

“Rata-ratanya mencapai 65.70 persen, akan tetapi jika ditelaah lebih dalam Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) hotel berbintang Bulan April mencapai 2,16 hari. Atau naik tipis, 0,07 poin jika dibanding Bulan Maret. Dan yang lebih menggembirakan di sini,  Rata-rata lama menginap tamu asing (RLMT Asing) mencapai 3,01 hari meningkat 0,34 poin,” terangnya.

Terpisah, Pengamat Pariwisata Prof Bet El Lagarense menyatakan, pentingnya penambahan fasilitas publik dipadukan dengan makin seringnya intensitas pertunjukan, diyakini mampu meningkatkan daya pikat Sulut, dalam mendatangkan wisatawan. Tak hanya Tiongkok, yang lebih dahulu massive dikarenakan program kemitraan pemerintah, maskapai dan China.

“Tapi sifatnya bisa lebih universe, orang zaman sekarang kan hanya tinggal melihat keindahan satu kota atau daerah, lewat media sosial. Keramahtamahan warga dan sikap sepenuhnya melayani tamu harus diperhatikan juga. Bukan apa-apa, budaya kita, apalagi orang timur dikenal dengan aksennya yang tegas, hal kepribadian para pelaku usaha pariwisata juga perlu diperhatikan,” papar Lagarense.

Lanjut dia, pentingnya peningkatan standard pelayanan baik penyedia jasa di kota maupun yang ada di kabupaten bahkan  desa sekalipun. Jika memungkinkan, menambah skill bahasa asing sesuai dengan kondisi saat ini.

“Biar mereka (wisman, red) merasa kayak di rumah sendiri. Ada perasaan senang pasti kan, saat kita mampu berkomunikasi dengan mereka. Hal-hal mendasar ini kadang kurang diperhatikan penyedia jasa kepariwisataan,” tukasnya. (JUL)

Kirim Komentar