13 Jun 2019 13:28

Penanganan Virus Rabies di Mitra Disorot DPRD

MyPassion
Kisman Hala

MANADOPOSTONLINE.COM—Adanya temuan virus rabies yang merenggut nyawa warga, mendapat tanggapan dari DPRD Mitra. DPRD menilai dalam upaya pencegahan dibutuhkan peran semua pihak. “Bukan hanya dinas saja yang harus lebih gencar dalam sosialisasi. Namun juga harus dengan masyarakat yang wajib respon dengan program vaksinasi,” kata Anggota Komisi III DPRD Mitra Kisman Hala, Rabu (12/6).

Selain itu, menurut Kisman, agar pencegahan rabies lebih efektif, dibutuhkan juga peran pemerintah desa. Terutama dalam menyosialisasikan terkait adanya pemberlakuan vaksinasi hewan ternak. “Kesadaran masyarakat juga harus dibutuhkan. Apalagi untuk pencegahan rabies kan sudah di perda kan. Sehingga peran pemerintah desa dalam membantu dinas terkait melakukan sosialisasi vaksinasi sangat dibutuhkan. Karena dalam memberantas virus rabies ini dibutuhkan penanganan sebelum kejadian," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Elly Sangian mengatakan, upaya pencegahan rabies yang dilakukan sebetulnya sudah maksimal. Namun ada beberapa kendala yang sering didapati di lapangan. Misalnya warga yang enggan menyerahkan hewan peliharaannya. Ataupun hewan di pelihara di kebun, sehingga petugas tidak dapat melakukan vaksin. "Bahkan ada warga yang kena gigitan hewan berpotensi rabies. Namun enggan melapor ke puskesmas atau rumah sakit terdekat," jelasnya.

Sangian tak menampik jika ada pemerintah desa yang tak mau menugaskan aparat desa untuk pendampingan petugas vaksinasi. Padahal untuk vaksinasi di tiap desa sudah dilakukan pemberitahuan terlebih dahulu, dua hari sebelum. "Ini juga kendalanya saat di lapangan. Apalagi kan kami memang masih kekurangan petugas. Sehingga pendampingan dari pemerintah desa setempat sangat dibutuhkan," terangnya.

Adapun terkait, kasus rabies yang belum lama merenggut nyawa warga ini, menurut Sangian sudah dalam kondisi akut. Korban saat terkena gigitan sama sekali tak diketahui keluarga. Bahkan anjing yang diduga menggigit korban belum ditemukan.

“Memang dari informasi keluarga korban, anjing tersebut merupakan peliharaan mereka di kebun dan tidak pernah divaksin. Kemudian sebelum kejadian korban memang sering bermain dengan anjing tersebut. Namun saat korban mengaku bahwa sempat digigit, anjing tersebut menghilang. Itu pun diketahui saat korban sudah mulai terkena gejala," tandasnya.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar