13 Jun 2019 12:42

Pemkot Tomohon Tunggu Hasil Komite Medik Bethesda

MyPassion
Deissje Liuw

MANADOPOSTONLINE.COM—Pelayanan Rumah Sakit Bethesda yang sempat menuai sorotan warga Kota Bunga, pasca kejadian meninggalnya Diana Kalalo (36) Warga Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, pasien persalinan maut, karena kehabisan darah, tengah pekan lalu. Terus mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak. Pemerintah Kota Tomohon, melalui Kadis Kesehatan dr Deissje Liuw menyatakan, pihaknya tengah menunggu hasil penyelidikan Komite Medik RS Bethesda, yang nantinya menjadi acuan pengambilan kebijakan nantinya.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Komite Medik RS Bethesda, yang nantinya jadi dasar, langkah apa yang kita akan lakukan nanti," ungkap Liuw.

Dirinya menyebut, sesuai dengan prosedur pelayanan kesehatan publik. Pemenuhan permintaan kantung darah bagi rumah sakit, wajib disediakan oleh PMI selaku institusi paling vital.

"Teknisnya, dari rumah sakit yang mengajukan permohonan permintaan kantung darah. Dengan kejadian ini, kita akan mengevaluasi kinerja RS Bethesda, tentunya ini pembelajaran bagi semua RS atau penyedia jasa kesehatan publik di Tomohon. Jangan sampai terulang lagi," ketusnya.

"Bisa jadi nantinya, semua RS wajib memiliki persediaan atau cadangan kantung darah. Mengantisipasi hal-hal mendesak dan kondisi seperti waktu lalu," tambah dia.

Dirinya pun telah berkomunikasi dengan Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman, terkait masalah pelayanan di RS yang masuk naungan GMIM tersebut.

"Arahan beliau (wali kota, red) kita akan menunggu hasil penyelidikan Komite Medik, nantinya ada kebijakan pemerintah yang kita terapkan di semua RS," tutup Liuw.

Terpisah, Sekretaris Yayasan Medika GMIM yang  Pdt Magrita Dalos kala disinggung soal rangkap jabatan Direktur RS Bethesda dr Frangky Kambey, mengaku hal tersebut dimungkinkan. Pasalnya, pengambilan keputusan secara bersama, dengan melibatkan seluruh direksi dan pengurus yayasan. Menunjuk dr Frangky Kambey, sebagai plt Direktur RS Bethesda, dikarenakan memiliki kompetensi dan kemampuan menjalankan pelayanan di dua RS sekaligus.

"Hal rangkap jabatan itu boleh-boleh saja. Apalagi saat penunjukan lalu, semua pihak yang punya hak menentukan kebijakan. Tidak menolak kalau beliau memegang dua jabatan sekaligus," ungkap Dalos

Dirinya pun tak menyangkal jika pelayanan kesehatan di RS Bethesda, masih memiliki kekurangan. Baik dari tindakan penanganan pasien hingga personal tenaga medis. Namun, upaya menuju penciptaan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas, terus menjadi perhatian utama pihaknya.

"Kami selalu berupaya memberikan yang terbaik,  tidak ada keinginan saat melayani pasien itu, setengah-setengah. Apalagi, pelayanan ini masuk dalam diakonia medik. Ada pertanggungjawaban iman di dalamnya, melayani dengan kasih jadi dasar seluruh petugas di Bethesda," terang dia.

Dipastikannya, pihak juga akan turun langsung dalam proses penyelesaian dan pembahasan, mencari tahu detil masalah dan sebab-musabab kematian almarhumah.

"Esok (hari ini,red) kami dari yayasan akan turun, berdiskusi dengan Komite Medik Bethesda, melihat apa yang menjadi penyebab. Intinya, masalah ini pastinya akan ada solusinya. Secara pribadi juga saya turut berempati dengan keluarga korban, apalagi saya perempuan. Pasti tahu bagaimana rasanya menjadi seorang ibu, kami tetap berkomitmen menuntaskan masalah ini," pungkas dia.(jul)

Kirim Komentar