13 Jun 2019 09:19

Intervensi Harga, Pekan Depan Pemprov Panggil Produsen Rokok

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM--Pekan depan, PT Djarum, Sampoerna, Gudang Garam serta beberapa produsen yang menggunakan cengkih bakal dipanggil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

Pemanggilan tersebut, dilakukan untuk mengintervensi harga cengkeh yang saat ini melemah. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Rabu (12/6).

Menurutnya, keluhan terkait harga cengkih tersebut sudah sampai kepadanya dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

"Pak Gubernur telah menyampaikan kepada saya, bahwa pekan depan harus dilakukan pertemuan dengan beberapa produsen rokok serta pelaku usaha yang menggunakan bahan baku cengkih. Karena itu pekan depan kita akan lakukan pemanggilan kepada Djarum, Sampoerna serta produsen lain. Kita akan buka daftar dan mencari tahu apa saja yang akan kita panggil. Itu dilakukan untuk mengintervensi harga cengkeh yang saat ini melemah," tuturnya.

Dari keluhan yang dirinya terima, harga cengkih di lapangan menyentuh Rp 75 ribu per kilogram. Karena itu pihaknya bakal menjaga jangan sampai ada pihak yang mempermainkan harga.

Dirinya juga bakal meminta solusi dari beberapa produsen tersebut apa yang harusnya dilakukan agar harga bisa tetap stabil. Karena menurutnya, harga cengkih harus kembali naik setelah pertemuan tersebut.

"Saat ini tugas kita memang menjaga agar jangan sampai ada pihak melakukan permainan harga. Karena memang dari dua tahun terakhir, cengkih tidak berbuah. Dan saat ini dari keluhan yang saya terima cengkih sudah melemah sampai Rp 75 ribu per kilogram dari biasanya sampai Rp 100 ribu per kilogram. Kita akan tetap melakukan intervensi agar harga bisa kembali naik dan petani tetap sejahtera. Jadi dari pertemuan tersebut, kita akan mencari solusi secara bersama, sehingga harga bisa kembali kita naikkan," ungkapnya.(tim-mp/gel)

Kirim Komentar