13 Jun 2019 13:14

Banyak Bangunan Yang Sudah Retak, Struktur RSUD Pobundayan Kotamobagu Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

MyPassion
Gedung RSUD Pobundayan Kota Kotamobagu yang sudah selesai dibangun.(Claudia/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Kualitas pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pobundayan Kota Kotamobagu dipertanyakan. Sebab baru selesai dibangun sudah rusak.

 

Hal ini mendapatkan sorotan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu Ishak Sugeha. Menurut dia, kualitas bangunan gedung RSUD Pobundayan Kota Kotamobagu di bawah standar spesifikasi teknis. “Sebab baru selesai dibangun sudah rusak. Buktinya banyak bagian bangunan yang sudah retak, yang seharusnya sangat tidak dibenarkan secara teknis itu terjadi,” ujarnya.

Dia membeber, selain dinding bangunan yang retak, plafon bangunan sudah banyak yang rusak. “Hampir semua WC disetiap ruangan pasien, pipa pembuangannya tidak berfungsi karena tersumbat, sebab pipanya terlalu kecil begitu juga klosetnya.

"Penyebab ini semua karena pelaksanaan fisik bangunan gedung RSUD baik tower A maupun tower B tidak dilaksanakan sesuai dokumen kontrak," ungkapnya.

Dia menduga, banyak syarat teknis terutama mutu beton dan sistem pembesiannya tidak dilaksanakan berdasarkan klasifikasi beton dan dimensi besi yang dimintakan dalam dokumen kontrak.

"Mana mungkin bangunan yang baru bahkan sedang dirampungkan pembangunannya, kemudian konstruksinya sudah banyak yang retak. Bahkan pecah dengan tidak beraturan. Ini pasti ada pengaruh struktur utamanya yang tidak kokoh dan cenderung asal jadi,” paparnya.

"Orang awam tentu melihat bangunan rumah sakit ini sudah baik.Tetapi menurut analisa teknis saya, struktur dan konstruksinya banyak yang tidak dilaksanakan sesuai dengan dokumen perencanaan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Alfian mengaku, beberapa bagian gedung RSUD Kotamobagu yang dibangun sejak pertengahan 2016 rusak. Menurut dia, bagian yang rusak terpantau yakni plafon di beberapa lantai. Namun, proyek pembangunan tower tersebut itu memang sengaja dirusak untuk perbaikan bagian lainnya.

"Waktu itu sengaja dilubangi bagian AC karena bermasalah,  akan tetapi itu sudah diperbaiki. Saya pun waktu itu sudah turun langsung meninjau RSUD. Semua sudah diperbaiki sejak lama. Karena memang saat itu sempat ada pengeluhan. Tapi, langsung ditindaklanjuti," jelasnya.

Dia mengatakan, pembangunan gedung RSUD tower A dan B memakan biaya Rp 57,7 miliar, yang bersumber dari APBD. "Sejauh ini tidak ada lagi keluhan terkait rumah sakit, karena sudah diperbaiki sejak selesai pembangunan tersebut. Tidak selamanya akan bagus, ada juga waktunya harus rusak. Namun, saat itu sudah langsung memperbaiki pekerjaannya," tandasnya.(tr-06/ite)

Kirim Komentar