13 Jun 2019 09:24

Bantah Berencana Bunuh Empat Pejabat, Ini Penjelasan Pengacara Kivlan Zein

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM - Ditetapkan sebagai tersangka makar dan disebut berencana ingin membunuh empat pejabat negara, Kuasa Hukum mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, Muhammad Yuntri membantah hal tersebut. Malah menurut dia, kliennya yang jadi incaran ke empat pejabat tersebut untuk dibunuh.

 

"Iwan (alias HK anak buah Kivlan) justru datang ke Pak Kivlan mengatakan bahwa Pak Kivlan mau dibunuh oleh empat orang itu," jelas Yuntri, kemarin.

Menurut dia, hingga saat ini pihak Kivlan belum dibolehkan oleh Kepolisian untuk bertemu dengan Iwan. Dirinya sendiri mengaku ingin menanyakan pengakuan Iwan itu secara langsung. "Dikhawatirkan cerita Iwan dengan yang kami terima dari Pak Kivlan itu berbeda," ungkap dia.

Dia juga menjelaskan, tentang uang sebesar SGD 15 ribu yang dikatakan Polisi berasal dari Kivlan untuk aksi kerusuhan. Menurut Yuntri uang itu diberikan untuk demo, bukan untuk kerusuhan.

"Bebarengan itu kan ada peringatan Supersemar, dia diberikan uang untuk demo sekitar SGD 15 ribu atau Rp 150 juta. Sekarang ini muncul dan ceritanya malah dibalik yang dibikinnya pengakuan dari polisi," ungkap dia.

Yuntri juga menjelaskan ihwal kepemilikan senjata. Menurut dia, Iwan yang menawarkan senjata api karena di kawasan rumah Kivlan masih terdapat babi hutan. Jadi senjata itu untuk berburu Babi, bukan untuk kepentingan lainnya.

"Rumah pak Kivlan di Gunung Picung di Bogor, maka itu kan masih ada hutan-hutannya banyak babi, Iwan bilang ini ada senjata pak. Pak Kivlan bilang itu bukan untuk bunuh babi tapi bunuh tikus," klaim Yuntri.

Sebagaimana diketahui, Kivlan Zen ditetapkan tersangka kepemilikan senjata api ilegal dan perencanaan pembunuhan kepada empat tokoh nasional dan seorang pemilik lembaga survey.

“Saya HK berdomisili di Cibinong. Saya diamankan polisi pada tanggal 21 Mei, 23.00 WIB, terkait ujaran kebencian dan kepemilikan senpi, dan ada kaitannya dengan senior saya, jenderal saya, yang saya hormati dan banggakan, Mayjen Purnawirawan Kivlan Zein,” ungkap HK melalui video yang ditampilkan dalam konpers di Menko Polhukam.

Menurut HK, pada Maret 2019 dirinya dipanggil oleh Kivlan Zen bertemu di Kelapa Gading. Di sana dia diberikan uang Rp150 juta untuk membeli 4 senjata api. “Adapun pesan Pak Kivlan, saya target Wiranto (Menkopolhukam) dan Luhut (Binsar Panjaitan; Menko Kemaritiman).” jelas dia.(bry)

Kirim Komentar