13 Jun 2019 09:12

290 Ribu Warga Sulut Was-was, Harga Cengkih Terus Merosot

MyPassion

Akademisi Unsrat ini menambahkan kelapa, pala dan coklat adalah tanaman unggulan Sulut. Termasuk juga cengkih. Dan memang tidak mudah untuk mendapatkannya karena butuh waktu lama untuk produksi. Termasuk perawatannya. "Saking suburnya Sulut, banyak tanaman kelapa, pala dan cengkih tidak terawat lagi," ucapnya.

Dia mengaku tenaga kerja pertanian memang semakin berkurang. "Bukan hanya di Sulut. Bahkan di Indonesia dan seluruh Dunia. Di jepang, banyak petaninya orang-orang tua. Juga di Amerika, ini memang mulai menjadi fenomena, mekanisasi perlu menjadi perhatian karena semakin kurangnya tenaga kerja dan upah yang ada pun semakin meningkat bagi pemilik komoditi," jelasnya.

Tim klaster Inovasi Kelapa dan Teaching Industri LPPM Unsrat ini menjelaskan Kualitas unggul juga harus dijaga sehingga dijadikan percontohan Dunia.

"Unsrat, Balitpalma dan Baristand Manado punya kapasitas untuk desain dan pendampingan. Dana pusat Kemenperin, kemendag, kemenkop dan kementan menjadi sumber pembiayaan. Ditarik juga Industri Nasional dan Industri dunia investasi di Sulut, saya optimis akan bisa," imbuhnya.

Dia mengaku kalau ini dilakukan maka mata dunia akan tertuju ke Sulut. "Selain itu buat Politeknik Kelapa dan Pala untuk SDM. Kembangkan UKM-UKM Kelapa terpadu difasilitasi pusat dan pemda tersertifikasi lembaga dan produknya," sebutnya.

Pala Sulut terutama Daerah Nusa Utara dan Minahasa Utara dia mengatakan perlu dibuat sentra pala brkerjasama dengan Perkebunan, UKM/Koperasi/Perindag dan Lembaga pendidikan seperti Unsrat. "Kelapa dan Pala jadikan perhatian. fokus tahun 2019 dan 2020. Cengkeh dan coklat bisa menyusul kemudian," usul dia.

"Kuncinya terobos pasar dunia, siapkan sertifikasi produk nasional dan Internasional produk-produk turunan kelapa dan pala. Perkuat sinergisme. Carikan win-win solution dan positive thinking," pungkasnya.(tim-mp/gel)

12
Kirim Komentar