12 Jun 2019 15:37
Tanpa Identitas, Terlantar Ditinggal Keluarga

Orang Gila Bikin RSUD-Dinsos Bingung

MyPassion
Luis, Orang Dengan Gangguan Jiwa yang dirawat di RSUD Bitung, tanpa sanak saudara. (Facebook/dok pribadi)

MANADOPOSTONLINE.COM—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bitung dan Dinas Sosial (Dinsos) Bitung dibuat bingung salah satu pasien orang gila atau ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) tanpa identitas yang dirawat di RSUD Bitung, sejak 7 Juni 2019.

 

Pasalnya, menurut Sekretaris Pelayan Publik, Informasi dan Pengaduan RSUD Bitung Ronny Ngangi, tidak ada anggaran untuk masalah orang terlantar yang sakit.

"Kalau hanya pemberian makanan, pakaian dan obat-obatan yang biasa, pihak rumah sakit bisa memberikan. Tetapi, saat ini pasien turun HB, sehingga harus ada transfusi darah dan untuk pengadaan darah butuh biaya. Sedangkan, masalah ini tidak ada dalam perencanaan anggaran," ujarnya, Selasa (11/6) kemarin.

Menurutnya, pasien sebelumnya memang sudah pernah di bawah ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). "Pasien mengatakan namanya Luis dan berasal dari Serui, Papua, bersama saudaranya yang datang ke Bitung. Tetapi saudaranya sudah kembali ke Serui. Sedangkan, untuk identitas diri yang lebih jelas tidak ada. Pasien memang sebelumnya sudah pernah dibawa ke RSJ, tetapi tidak tahu sekarang sudah berada di luar,” katanya.

Lanjutnya, berdasarkan pengamatan terhadap pasien dari 7 Juni sampai sekarang, tidak ada gangguan jiwa kronis yang spesifik.

“Melainkan hanya penyakit kulit tidak menular yang diakibatkan dari kelemahan kekebalan tubuh. Tetapi, untuk penyakit kulit yang lebih jelas belum tahu karena belum diperiksa khusus," jelas Ronny.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bitung Steven Suluh mengatakan, pihaknya juga bingung untuk mengambil tindakan.

"Persoalannya pasien tidak ada data identitas diri. Sedangkan Dinas Sosial untuk memfasilitasi kartu BPJS dan Jamin Kesehatan Daerah (Jamkesda), yang akan keluar Kartu Indonesia Sehat (KIS), dengan menggunakan Anggaran Pemerintah dan Belanja Daerah (APBD), syaratnya pasien harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan berketerangan warga Bitung,” paparnya.

Lanjutnya, berdasarkan beberapa temuan, banyak kasus ODGJ bukan warga Bitung. “Melainkan berasal dari luar daerah yang dibuang ke Pelabuhan Bitung," katanya.

Dia menjelaskan, sudah beberapa kali juga pasien dibawa ke RSJ tetapi dilepas. "Karena status identitas diri yang tidak jelas. Jadi pasien dilepas oleh pihak RSJ," tutupnya. (ctr-61/can)

Kirim Komentar