12 Jun 2019 15:39
Kuat Dugaan Maladministrasi

Direktur RS Bethesda Diminta Mundur

MyPassion
Ilustrasi.(Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM- Keluarga almarhumah Diana Kalalo (36) Warga Kelurahan Kakaskasen menuntut pertanggungjawaban pihak pengelola Rumah Sakit Bethesda, utamanya kepada Direktur dr Frangky Kambey untuk mundur atau dicopot dari jabatannya.

 

Pihak keluarga korban persalinan berujung maut, Riel Pontoh, kuat menduga bahwa pelayanan RS yang masuk dalam yayasan yang dikelola GMIM ini, melakukan  maladministrasi.

"Apalagi beliau (Direktur, red) merangkap jabatan sebagai Direktur RS Pancaran Kasih membuat fungsi kontrol pelayanan di RS Bethesda tak maksimal. Dan satu hal lagi, saya membantah statement direktur, yang menyebut bahwa rekam jejak korban sebelum persalinan itu jelek. Dan kami memilih RS Bethesda, bukan karena tidak dilayani maksimal di RS Gunung Maria, tapi karena tempat di sana, sudah penuh. Apakah, salah mencari tempat pelayanan yang dianggap mampu memberikan service yang mungkin lebih baik?," cecar Pontoh.

"Tidak ada rekam jejak yang kurang optimal sewaktu kami masuk ke Bethesda, korban masih dalam kondisi sehat dan normal," timpalnya lagi

Lanjut dia, pihaknya pun telah mengkonfirmasi   Sekretaris Yayasan Medika GMIM yang Membawahi RS Bethesda Pdt Magrita Dalos. Yang menyebutkan, bahwa Yayasan Medika GMIM akan mencarikan solusi dan pertanggungjawaban terkait meninggalnya korban, saat menjalani persalinan Rabu (5/6) lalu.

"Pihak yayasan melalui Pdt Margarita Dalos, selaku Sekretaris, akan mencari tahu lebih dalam perihal hal ini, dirinya pun meminta kami untuk bersabar, dan menunggu proses penyelidikan nantinya," sebut Pontoh.

Sebelumnya,  Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulut Helda Tirajoh menilai, adanya dugaan kelalaian itu menunjukkan pelayanan yang kurang baik dari penyedia jasa medik.

"Bisa diduga ada maladimistrasi di situ. Sebab, seharusnya ketersediaan darah harus siap di semua RS, karena hal ini menyangkut pelayanan publik yang optimal, dan diatur dalam  UU 25/2009. Bisa dikatakan juga, lewat kejadian ini,  pihak rumah sakit diduga belum punya standard pelayanan publiknya. Jika ada pelanggaran dari kasus kematian di RS Bethesda, maka akan ada sanksi yang memang akan diberikan," terang Tirajoh. (jul)

Kirim Komentar