12 Jun 2019 10:10

Ada Disko di Lokasi PKPG, Panitia Disebut Tak Tegas Jaga Portal Masuk

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM--Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) 2019 menuai sorotan. Pasalnya lokasi PKPG diduga berubah menjadi ‘tempat disko’.

Ketua Pemuda Jemaat Bukit Zaitun Malalayang Pnt Krisdianto Maradesa mengatakan, kejadian dalam penutupan PKPG merupakan sedikit kelalain dari teman-teman panitia sebagai pelaksana kegiatan.

“Terlebih khusus teman-teman KPPSG yang notabenenya merupakan penanggung jawab kegiatan. Karena setelah kegiatan ditutup secara resmi, sudah tidak ada lagi pengawasan secara extra di setiap tenda, sehingga mengakibatkan ada beberapa teman-teman pemuda yang melaksanakan acara penutupan di tenda masing-masing,” ujarnya.

Menurut dia, hal ini tentu sudah melenceng dari makna dan etika pelayanan pemuda GMIM, sehingga ada aksi acara disko tanah. Yang sangat disayangkan, karena nila setitik rusak susu sebelanga.

“Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama, agar ke depan untuk semua pemuda GMIM yang akan ikut serta dalam PKPG, supaya ada kesadaraan dan kedewasaan. Agar apa yang menjadi peraturan dalam PKPG harus ditaati," pungkasnya.

Sekretaris Pemuda Wilayah Tatapaan Indah Reinaldi Sasundame SAP MSi mengatakan, dengan melihat fenomena PKPG tahun 2019 dari segi kegiatan sudah cukup baik diisi dengan materi-materi menarik dan para pembawah materi yang mumpuni.

"Tapi yang sangat disayangkan dalam kegiatan ini adalah, pada acara penutupan nampak banyak titik, di mana para pemuda berkumpul dan berdisko dengan menggunakan musik keras dan lampu disko. Hal ini menjadi catatan khusus bagi panitia pelaksanan yang seolah-olah membiarkan hal ini terjadi," ungkapnya.

Lanjutnya, komitmen komisi pemuda jemaat juga dipertanyakan, yang dalam hal ini memang melanggar aturan yang disepakati bersama lewat konsultasi lokakarya dan Technical Meeting. "Hal ini menurut saya mencoreng citra pemuda GMIM sebagai obor pembangunan. Ini merupakan tantangan dan catatan kritis untuk komisi pemuda sinode GMIM agar dapat menyelesaikan masalah ini," tegasnya.

Iya mengharapkan, jemaat yang memfasilitas kegiatan disko ini harus dikenakan sangsi tegas agar menimbulkan efek jerah bagi jemaat yang melakukan tindakan tersebut. "PKPG yang harusnya menjadi ajang pembentukan karakter pemuda GMIM yang militan dan berjiwa kristiani tapi kenyataannya berbeda," katanya.

Senada disampaikan Ketua Pemuda Jemaat Bukit Sinai Pnt Aris Payow, menurutnya mengenai kejadian di PKPG 2019 peserta lolos membawa alat musik speaker apalagai skala disco dengan lampu gelap gelip sangat disayangkan.

Ini kegiatan pemuda gereja tentu keliru dan tidak mendidik apalagi mencerminkan pemuda Kristen dan jelas ini melanggar aturan main PKPG. "Jika dilihat panitia tidak tegas dan menjaga ketat di portal masuk ke lokasi perkemahan. Ini jadi pukulan cambuk bagi pemuda GMIM," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia PKPG GMIM Dr Peggy Mekel SE MA mengatakan, sebetulnya KPSG dan panitia sudah menegur dan meminta mematikan atau mengecilkan musik tersebut. Dan seksi keamanan dan polisi akhirnya menghentikan sumber musik tersebut.

"Sangat disayangkan ada oknum-oknum yang memutar musik yang terlalu kencang dengan lagu-lagu disko. Kami meminta maaf kepada semua pihak atas insiden yang membuat kesan tidak baik terhadap seluruh rangkaian PKPG 2019," sebutnya.

Senada, Ketua KPSG dr Pricilia Tangel. Dia meminta maaf dengan adanya insiden yang membuat kesan kurang baik dalam rangkaian PKPG tahun ini. "Tentu sangat disayangkan dengan adanya kejadian seperti ini dan ke depan pasti akan dievaluasi," ujarnya.(tr-07/ite)

Kirim Komentar