11 Jun 2019 09:25

Lokasi PKPG Berubah Jadi `Tempat Disko`, Ketua Panitia: Kami Minta Maaf

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Pelaksanaan Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) yang digelar di Bumi perkemahan Tontalete, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, 3-7 Juni lalu, menuai sorotan. Karena lokasi perkemahan diduga berubah menjadi ‘tempat disko’.

Wakil Ketua BPMS bidang Ajaran Pengembalaan dan Pembinaan (APP) GMIM Pdt Anthonius Dan Sompe, MTeol, MPdK mengatakan, pihaknya belum menerima laporan langsung dari Komisi Pemuda Sinode GMIM (KPSG).

"Saya sudah sempat mendengar akan kejadian tersebut, dan tentunya sangat disayangkan melihat kejadian seperti ini, jika memang benar-benar terjadi," ungkapnya.

Lanjutnya, sebaiknya ke depan kegiatan seperti ini harus dapat dievaluasi dan dipersiapkan sebaik mungkin, agar hal-hal seperti ini tidak terulang kembali. "Ke depan komisi pemuda jemaat dan badan pekerja termasuk di dalamnya ada ketua jemaat, agar mampu mengawasi dan mengontrol setiap anggota jemaatnya masing-masing yang akan mengikuti kegiatan ini," ujarnya.

Terpisah, Ketua Pemuda Baitel Girian Pnt Rendy Rompas mengatakan, kejadian seperti ini sebetulnya dapat diantisipasi, mengingat PKPG merupakan agenda tahunan Pemuda GMIM dan dalam aturannya sangat jelas kalau tidak diperbolehkan jemaat membawa speaker

"Mungkin kurangnya koordinasi antara KPSG dan panitia pelaksana menjadi salah satu pemicunya. Karena jika KPSG dan panitia tegas dan siap, maka hal kecil seperti ini mestinya dapat diantisipasi terlebih dahulu," kata ketua pemuda Wilayah Bitung tiga ini.

Sementara itu, Ketua Panitia PKPG GMIM Dr Peggy Mekel SE MA mengatakan, setelah PKPG ditutup, peserta kembali di tenda masing-masing, ada yang beristirahat.

Ada yang mengadakan jamuan makan di tenda masing-masing mensyukuri PKPG telah berakhir dengan baik sambil menikmati malam kebersamaan. "Sangat disayangkan ada oknum-oknum yang memutar musik yang terlalu kencang dengan lagu-lagu disko," ujarnya.

Lanjutnya, sebetulnya KPSG dan panitia sudah menegur dan meminta mematikan atau mengecilkan musik tersebut. Dan seksi keamanan dan polisi akhirnya menghentikan sumber musik tersebut. "Kami meminta maaf kepada semua pihak atas insiden yang membuat kesan tidak baik terhadap seluruh rangkaian PKPG 2019," sebutnya.

Senada, Ketua KPSG dr Pricilia Tangel. Dia meminta maaf dengan adanya insiden yang membuat kesan kurang baik dalam rangkaian PKPG tahun ini. "Tentu sangat disayangkan dengan adanya kejadian seperti ini dan ke depan pasti akan dievaluasi," ujarnya

Lanjutnya, dengan berakhirnya kegiatan ini maka pihaknya tentu memanjatkan puji dan syukur atas terselenggaranya Perkemahan Karya Pemuda GMIM tahun 2019 di bumi perkemahan Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Minahasa Utara.

"Kami mengapresiasi kepada panitia pelaksana, komisi pelayanan pemuda wilayah Kema yang telah berupaya semaksimal demi terwujudnya acara ini. Ucapan terima kasih kepada BPMS GMIM, BPMW Wilayah Kema, Pemprov Sulut, Pemkab Minahasa Utara, Bank Sulutgo serta seluruh sponsor yang telah membantu terlaksana kegiatan ini," pungkasnya. (tr-07/ite)

Kirim Komentar