10 Jun 2019 09:11

Waspada! Usai Hari Raya, Rawan Pencurian

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Usai hari raya Lebaran warga Sulut harus berhati-hati. Ada fenomena baru terjadi usai perayaan hari raya. Yaitu banyaknya angka pencurian.

 

Contohnya seperti data yang dihimpun Manado Post. Pasca libur natal dan tahun baru 2018, masuk Januari angka pencurian di Sulut menembus 24 kasus. Data tersebut perlahan menurun ketika masuk Februari hingga Mei 2019 (lihat grafis).

Sementara itu, berdasarkan data Polresta Manado. Angka pencurian di Ibu Kota Sulut sejak tahun 2015 ada 52 laporan, 2016: 25 laporan, 2017: 37 laporan, 2018: 493 laporan.

Kasus-kasus tersebut, berpengaruh terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pencurian biasanya dilakukan para pelaku terhadap nasabah bank.

Korban biasanya sudah dilirik sejak di bank, kemudian dibuntuti. Ketika korban lalai memarkir kendaraan, disitulah para pelaku beraksi. Dengan cara memecahkan kaca jendela mobil.

Kemudian kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Umumnya modus para pelaku, melihat sepeda motor yang tidak terkunci atau terparkir di suatu tempat yang tidak terlihat orang banyak. Modus lainnya curanmor, yakni menggunakan kekerasan.

Pelaku secara berkelompok mengikuti korban dan memaksa korban menghentikan kendaraan. Modus ini terkadang menggunakan ancaman senjata tajam. Bahkan ada pelaku yang tidak segan melukai korban.

Selanjutnya, bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat perbelanjaan, juga harus waspada. Para pelaku biasanya melihat korban yang menggunakan perhiasan atau membawa tas bermerek. Selain merampas, ada juga pelaku yang menggunakan ilmu hipnotis.

Akademisi Toar Palilingan MH menyebutkan, diperlukan respon cepat dari tim-tim khusus kepolisian. “Jika diamati, kejahatan jalanan seperti pencurian yang selama ini mengganggu keamanan dan kenyamanan, sangat takut dengan adanya tim-tim khusus jajaran Polri. Misalnya Manguni, Paniki dan lainnya. Ini yang perlu ditingkatkan untuk bisa menekan kasus pencurian,” sarannya.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo mengimbau masyarakat agar tetap waspada. “Terutama jika rumahnya ditinggalkan dalam keadaan kosong,” ujarnya.

“Identifikasi juga orang-orang yang tidak dikenal pada lingkungan tersebut. Namun, jangan ada yang bertindak main hakim sendiri. Jika ada hal yang dianggap mencurigakan, laporkan ke aparat,” imbau Tompo.

Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama, mendukung pemberantasan oknum-oknum yang suka mencuri. “Sejauh ini, beberapa kasus sudah berhasil kita ungkap,” ujarnya. Untuk antisipasi ada intelijen yang disebar.

Tompo juga menyampaikan, untuk menekan kasus ini, pihaknya terus melakukan segala cara. “Pertama kami selalu adakan operasi rutin. Selain itu, ada juga tindakan preventif. Itu untuk meminimalisir kejahatan yang timbul dari kalangan anak muda,” kata Tompo.

Menurutnya, Manado sebagai pusat pemerintah dan perekonomian mempunyai variasi masyarakat yang sangat kompleks. “Daerah ini (Manado, red) adalah tempat berkumpulnya masyarakat daerah, sehingga  rawan terjadi pelanggaran. Sehingga dibutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat untuk menjaga Kamtibmas. Minimal dengan menjaga lingkungan masing-masing,” pungkas Tompo.(gnr)

Kirim Komentar