10 Jun 2019 09:53
ORI: Telah Tertuang Dalam UU 25/2009

Warning ORI, Stok Darah di RS Wajib Tersedia

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) mewarning kepada semua Rumah Sakit (RS) agar tetap menyediakan stok darah di masing-masing RS.

Kepala ORI Perwakilan Sulut Helda Tirajoh menegaskan, bahwa ketersediaan darah di RS merupakan satu jaminan pelayanan publik yang harus dipenuhi semua RS. Itu juga, menurutnya, adalah hal wajib yang harus dipenuhi.

"Stok darah di setiap RS di Sulut sudah harus ada. Dan sifatnya wajib. Tidak boleh ada RS yang mengungkapkan bahwa stok darah habis. Ini menjadi satu jaminan terhadap pelayanan publik yang memang telah tertuang dalam Undang-Undang (UU) 25/2009. Seharusnya RS itu tidak boleh habis persediaan darah. Karena akan berdampak pada pelayanan publik, akan ada nyawa yang melayang. Jangan sampai itu terjadi," tuturnya.

Dengan kosongnya stok darah di RS, maka menurut Tirajoh, menjadi tanggung jawab dari setiap kepala RS. Dan jika ada aduan masyarakat terkait tidak tersedianya darah di RS, maka itu masuk dalam pelayanan buruk sesuai dengan UU 25/2009.

Selain itu, jika ada RS yang membiarkan stok darah habis, maka menunjukkan pihak RS diduga belum memiliki standar pelayanan publik. Karena itu, pihaknya terbuka terhadap keluhan masyarakat jika memang ada RS yang tidak menyiapkan stok darah.

"Kepala RS memang harus bertanggung jawab atas semua pelayanan publik di RS. Dan stok darah ini menjadi suatu tanggung jawab dari pelayanan publik. Karena memang sesuai dengan UU 25/2009. Jadi kalau ada RS yang stok darah dibiarkan habis, maka masuk dalam daftar pelayanan buruk. Ini juga menunjukan pelayanan RS yang kurang baik. Dan berpotensi ada maladministrasi di situ. Jangan sampai terjadi di Sulut. Setiap RS harus memiliki standar pelayanan publik yang salah satu isinya adalah ketersediaan darah," kuncinya. (tr-02/can)

Kirim Komentar