10 Jun 2019 14:12

Warga: Pasar Baru Seperti Pasar Hantu

MyPassion
Pasar di Desa Mopolo Esa, Minsel yang sudah cukup lama selesai dibangun belum juga difungsikan hingga kini.(Rangga/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Hak pengelolaan pasar di Minsel masih abu-abu. Pasalnya, peraturan bupati (perbup) yang dikeluarkan mengenai peralihan pengelolaan pasar dari Perusahaan Daerah Cita Waya Esa (PD CWE) ke Dinas Perdagangan Minsel, ternyata belum diperbaharui.

Padahal Sekkab Minsel Danny Kaawoan sudah mengatakan pengelolaan pasar masih dipercayakan ke PD CWE. Namun sampai saat ini belum adanya proses serah terima hak pengelolaan pasar dari Dinas Perdagangan kembali lagi ke PD CWE.

Hal itu berdampak pada pengelolaan pasar baru di Minsel. Salah satunya pasar baru di Desa Mopolo Esa. Pasar yang sudah selesai dibangun itu sudah dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas jual beli. “Memang sudah ada banyak warga yang bertanya kapan pasar itu bisa digunakan, artinya sudah ada aktivitas jual beli. Masyarakat sudah mulai kritis, kata mereka untuk apa diusulkan pasar rakyat tapi setelah selesai dibangun cukup lama, tidak digunakan," ujar Camat Ranoyapo Joiske Wakas, Minggu (9/6).

Dia berharap, dalam waktu dekat pihak yang dipercayakan mengolah pasar bisa segera bertindak. “Artinya bangunan pasar yang sudah selesai dibangun itu bisa segera difungsikan sesuai prosedur yang ada,” tukasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Dirut PD CWE Jootje Tuerah membenarkan, pihaknya belum secara resmi memegang kendali pengelolaan pasar. “Karena kami baru mendapatkan surat resmi dari pak Sekkab Danny Kaawoan untuk kembali mengolah pasar di Minsel. Tapi memang kami harus ikut prosedurnya, jadi dalam waktu dekat akan kita lakukan serah terima dari dinas perdagangan untuk pasar kembali diolah PD CWE. Kemungkinan besar bulan depan sudah kita pegang seutuhnya," ujarnya saat dihubungi.

Terkait pasar baru di Desa Mopolo Esa, disampaikan Tuerah, akan mulai difungsikan dalam waktu dekat. "Kira-kira bulan depan akan segera kami tata. Kita akan mengajak masyarakat di sana untuk berdagang,” pungkasnya, sembari mengatakan pasar di Desa Mopolo Esa itu akan dioperasikan seminggu dua kali, menyesuaikan dengan pasar lain yang berdekatan.

Warga setempat pun menyayangkan gedung tersebut lama tak terpakai. “Sudah mau mirip pasar hantu. Ya karena sejak dibangun tak jelas fungsinya. Belum diizinkan berjualan,” canda sejumlah warga saat ditemui di desa tersebut.(rgm/gnr)

Kirim Komentar