10 Jun 2019 12:46

Sengaja Perlambat Putusan Laporan Administrasi Golkar, Bawaslu Minut Diduga Konspirasi dengan PSI

MyPassion

 

MANADOPOSTONLINE.COM—Penanganan laporan administrasi Pemilu oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Minahasa Utara (Minut) diduga tak netral.

Lembaga penyelenggara yang bertugas sebagai wasit ini, diduga terlibat konspirasi terkait laporan dari pengurus DPD II Partai Golkar Minut medio Mei 2019.

Bawaslu Minut diduga main mata, bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang merupakan pihak terkait dalam laporan yang menempatkan KPU Minut sebagai terlapor. Dugaan konspirasi ini, mengakibatkan Partai Golkar tak sempat memasukan laporan perselisihan hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), lantaran lambatnya putusan Bawaslu Minut.

Menariknya, informasi yang beredar lambatnya putusan laporan Partai Golkar disinyalir sengaja dilakukan Bawaslu Minut bersama PSI sebagai pihak terkait. Sebab, sebelum penanganan laporan 13 Mei lalu, Komisioner Bawaslu Minut sempat didatangi istri Ketua PSI Sulut dan melakukan pertemuan di Kantor Bawaslu Minut.

Tak hanya itu, Istri ketua PSI Sulut ini juga diduga sempat melakukan pertemuan bersama salah satu Komisioner Bawaslu Sulut. Disinyalir pertemuan-pertemuan tersebut membicarakan laporan yang dilayangkan beberapa partai termasuk Partai Golkar.

Pertemuan tersebut dibenarkan Ketua Bawaslu Minut, Simon Awuy Minggu (9/6) kemarin. "Benar ada pertemuan, tapi sebatas konsultasi proses penanganan kasus saja. Dan sah saja jika PSI dalam hal ini istri Ketua PSI Sulut, bertamu di kantor. Kami tetap bersikap profesional," aku Awuy melalui telepon seluler.

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Minut Denny Wowiling menegaskan, akan melanjutkan gugatan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI. "Tim sedang mengumpul sejumlah bukti untuk menguatkan laporan kami ke DKPP," pungkas Wowiling.(ria)

Kirim Komentar