10 Jun 2019 14:17

Peredaran Miras Ilegal di Minsel Masih Marak, Warga: Penyitaan Jangan Tebang Pilih

MyPassion
Minuman keras ilegal jenis captikus masih marak diperjualbelikan secara ilegal di Kabupaten Minahasa Selatan.(Dok. Polres)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemberantasan minuman keras ilegal terus dilakukan pihak berwajib di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Selain merugikan ekonomi daerah karena tak bercukai. Miras sudah banyak merusak generasi muda.

Tetapi warga menilai pemberantasan miras ilegal jangan tebang pilih. “Jangan yang disidak itu hanya yang di warung-warung kecil atau penyitaan melalui operasi kendaraan. Tapi tempat-tempat penjualan miras yang agak mewah seperti di café-café, itu tidak pernah tersentuh petugas,” ungkap Adri Kaunang (45), warga Amurang. “Kami harap kepercayaan warga terhadap petugas benar-benar dilakukan dengan profesional. Jangan tebang pilih penyitaan mirasnya,” tutup Adri.

Diketahui, miras ilegal jenis seperti captikus masih banyak beredar di daerah ini. Untuk itu jajaran Polres Minsel dalam agenda KKYD yang digelar setiap akhir pekan lalu, salah satunya menargetkan miras ilegal tersebut.

Disampaikan Kabag Ops Polres Minsel Kompol Syaiful Wachid, dalam KKYD Sabtu malam hingga Minggu dinihari, petugas menyisir semua lokasi penyakit masyarakat. "Kita laksanakan KKYD di 14 polsek jajaran Polres Minsel setiap akhir pekan. Sasarannya adalah penyakit masyarakat yaitu miras, premanisme, sajam, mabuk, judi, asusila, knalpot bising, kejahatan jalanan dan lainnya," ujarnya.

Dia menambahkan, operasi KKYD dilakukan dengan menggelar razia stasioner serta patroli mobile. Dalam hasilnya, operasi KKYD berhasil menyita 11 botol miras ilegal jenis captikus. “Kita berhasil mengamankan 11 botol miras captikus yang kita temukan dijual secara ilegal di warung-warung dan kios. Babuknya sudah disita dan diamankan oleh piket Polsek Amurang,” tutupnya.(rgm/gnr)

Kirim Komentar