10 Jun 2019 14:07

Musim Hujan Ratusan Rumah Terendam, Sungai Molobog Boltim Butuh Normalisasi

MyPassion
Banjir yang melanda Desa Molobog akibat curah hujan yang tinggi, pekan lalu.(Dok Pribadi)

Beberapa desa di Kabupaten Boltim sering dilanda banjir. Salah satunya Desa Molobog. Menurut H Antara  warga setempat, setiap musin hujan ratusan rumah warga akan terendam air akibat sungai Molobog yang meluap, karena tidak punya tanggul. "Setiap musim hujan pasti banjir. Hujan turun 3-4 jam, rumah warga akan terendam karena debet air yang besar, tidak ada tanggul yang bisa menahan air," katanya.

Dia mengatakan, air sungai yang mengalir di Molobog merupakan gabungan dari beberapa sungai. Antara lain, Kokapoy dan Lanut. Dia pun meminta kepada pemerintah untuk menormalisasikan sungai tersebut atau membangun tanggul. "Saya minta ada perhatian serius dari pemerintah. Setiap tahun Molobog terus dilanda banjir. Itu berbahaya apalagi terjadi malam hari," sebutnya.

Senada diungkapkan Rina Toar.  Dia menuturkan, pekan lalu banyak rumah warga yang kembali terendam banjir akibat meluapnya sungai Molobog. "Rumah saya ikut terendam. Setiap musim hujan pasti banjir. Pemerintah harus membuat tanggul," pintanya.

Di sisi lain, Sangadi Molobog Barat Lukman Mamonto menanggapi keluhan warga tersebut. Dia mengaku, sudah menyampaikan persoalan tersebut saat Musrembag desa untuk pembangunan tanggul dan normalisasi. Namun, lanjutnya, hingga saat ini belum direalisasi baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. "Usulan ini diajukan sejak 2016 bersama Sangadi Molobog Induk. Tapi 2019 ini masih belum ada realisasi," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Mohammad Iksan Pangalima menekankan, semua usulan dari desa melalui Musrembang diterima. Dia menegaskan, jika program atau kebutuhan itu sangat penting maka desa harus kawal sampai ke Des SKPD. Apa lagi terkait kebutuhan masyarakat.

"Nanti saya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan BPBD terkait masalah ini," janjinya.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Yanto Modeong menerangkan, masalah sungai Molobog yang sering meluap ketika hujan sudah diajukan ke provinsi dan pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami sudah turun mengukur ada sekitar satu kilometer lebih yang akan ditanggul di Sungai Molobog. Permohonan normalisasi tanggul sungai Molobog telah diajukan sejak 2017, baik ke provinsi maupun pusat," jelasnya.

Dia membenarkan jika wilayah Molobog bersatu, menjadi salah satu daerah rawan banjir saat musim hujan. "Hal itu disebabkan sungai tersebut tidak mampu menahan debet air yang besar," tandasnya.(tr-01/ite)

Kirim Komentar