08 Jun 2019 10:18

Ibu Melahirkan `Dibiarkan` Meninggal Kehabisan Darah

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM— Motto RS Bethesda menabur kasih, diberkati untuk melayani. Dan konsep pelayanan Orang Samaria yang murah hati tak sejalan. Bagaimana tidak, proses persalinan di rumah sakit yang terletak di jantung Kota Bunga berujung maut. Seorang ibu, Diana Kalalo harus meninggal karena di saat proses persalinan, stok darah di RS Bethesda kosong. Hal ini sontak menimbulkan kemarahan bagi keluarga korban. 

 

“Saudara saya selesai menjalani proses persalinan sekira Pukul 15.00 WITA, Rabu (5/6) lalu. Korban sudah dalam kondisi kritis, dan untuk memacu jantungnya terus berdetak, perawat harus memompa pasien. Sementara itu, ada 3 dokter yang harusnya menjalankan tugasnya hanya duduk manis,” keluh Agustin Kalalo kerabat dekat korban.

Tak sampai di situ, saat pihaknya berupaya mencari darah guna menyelamatkan korban. Nyatanya, harus berhadapan dengan peliknya birokrasi di PMI Kota Tomohon.

“Nanti saya telepon Ibu SAS telp baru diberikan kantong darahnya. Tapi, akhirnya upaya kita ini sia-sia, nyawa korban tak tertolong lagi. Memang, hidup mati di tangan tuhan, tapi tuhan memberikan kesempatan dan waktu untuk berusaha. Lebih parahnya lagi, di rumah sakit ini tidak ada Dokter Kandungan yang standby. Kami hanya minta dilayani dengan baik, apakah itu salah?.

Hal ini harusnya menjadi perhatian semua pihak, utamanya pemerintah. Memberikan dan menjamin pelayanan publik yang maksimal kepada warganya,” cecarnya dengan nada tinggi.

Dikonfirmasi, PMI Kota Tomohon melalui Bidang Teknis Unit Transfusi Darah Barly Wowor menampik pernyataan keluarga korban di atas. Tak hanya itu, sesuai dengan prosedur, keluarga dan rumah sakit wajib mengantisipasi segala kemungkinan terburuk.

“Kasus kematian ibu karena melahirkan bukan kali pertama. Dan selayaknya juga keluarga, utamanya rumah sakit memperhitungkan semua resiko yang bisa saja muncul. Nah, saya mencoba meluruskan soal permintaan darah yang katanya tidak kita penuhi. Bukan karena kita tidak membantu orang. Tapi,  di saat yang bersamaan, darah yang diminta itu milik keluarga lain.

Dan kantung darah itu, didonorkan dari keluarga pemilik darah. Setelah keluarga korban bersedia untuk mengganti, baru kita berikan. Berpapasan memang stok darah yang diminta itu kosong, kami juga sebelumnya sudah merujuk keluarga korban untuk mencoba ke PMI Manado,” urai dia.

Sementara itu, Direktur RS Bethesda Frangky Kambey saat coba dihubungi di telepon selulernya 08124417***. Disayangkan enggan untuk menjawab, malahan hanya membalas lewat pesan singkat. “Ok, nanti saya cek dulu di komite medik dan keperawatan,” tulisnya.

Begitupun dengan Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr Deissje Liuw pun saat coba dikonfirmasi tak bisa terhubung lewat telepon selulernya. (jul)

Kirim Komentar