07 Jun 2019 09:32

Tradisi Iwadh Cerminan Kerukunan

MyPassion
Suasana tradisi Iwadh di Kelurahan Istiqlal, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Kamis (6/6). (RIDEL PALAR/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Tradisi Iwadh atau masuk ke rumah-rumah untuk  bersilahturahmi kembali digelar di Kelurahan Istiqlal, Kecamatan Wenang, Manado. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun pada hari kedua setelah lebaran, Kamis (6/6) mulai pukul 7.30 WITA.

Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto, diwakili Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel. Hadir juga Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur Lc, Ketua MUI Kota Manado Ustad H Mashar Kinontoaan, serta tokoh agama dan masyarakat lainnya.

Kapolda melalui Bawensel mengatakan, Iwadh merupakan salah satu cerminan kerukunan dan kebersamaan umat beragama di Sulawesi Utara khususnya di Kota Manado.

“Marilah kita melestarikan budaya ini. Kita jaga bersama dan dipertahankan karena ini merupakan salah satu cerminan kerukunan dan kebersamaan umat beragama,” pesannya. “Kepolisian siap mengamankan setiap kegiatan keagamaan maupun kegiatan masyarakat,” lanjut Kapolresta.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Manado Lukman Bachmid menjelaskan, tradisi Iwadh sudah menjadi tradisi turun temurun selama kurang lebih 90 tahun.

“Tradisi Iwadh merupakan silaturahmi dari rumah ke rumah dengan tujuan untuk saling maaf memaafkan, serta dengan iringan doa yang sudah dilakukan tiap tahun,” singkatnya. Kegiatan dilanjutkan dengan silahturahmi di tiap-tiap rumah dari masyarakat yang berada di Kelurahan Istiqlal.(tr-04/gnr)

Kirim Komentar