07 Jun 2019 09:35

Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Idul Fitri Turun 24 Persen

MyPassion
Kondisi Terminal Kedatangan Domestik Bandara Sam Ratulangi Manado, terpantau tak seperti musim liburan sebelumnya, yang biasanya ramai penumpang. (JUL/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Tingginya harga tiket pesawat pasca kenaikan di Triwulan IV Tahun 2018 lalu. Dan berlanjut hingga awal Tahun 2019, nyatanya memberikan dampak massive bagi seluruh sektor. Utamanya, tingkat penerbangan angkutan udara di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Yang di musim mudik Lebaran 1440 Hijriah, tahun ini mengalami penurunan sekira 24 persen. Bahkan, dari data Posko Terpadu Angkutan Udara  Lebaran  1440 H, yang dikomandoi PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Sam Ratulangi Manado. Penurunan pemudik Idul Fitri tahun ini, tertinggi presentasinya justru di hari puncak atau tanggal 5 Juni lalu.

“Hari H itu presentasi penurunannya paling besar, sekira minus 47 persen. Jika dibandingkan dengan  pelaksanaan Idul Fitri tahun lalu. Hal ini sejalan dengan pergerakan pesawat, jika di tahun lalu ada 71 kali pergerakan pesawat. Nah, tahun ini, hanya 47 pergerakan pesawat saja di hari H,” ungkap General Manager PT AP I Bandara Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguae melalui Airport Duty Manager I Made Sumardika.

Lanjutnya, meski secara kumulatif menurun baik pergerakan pesawat dan penumpang. Kondisi tersebut, nyatanya tak terlalu berdampak pada jumlah kargo yang masuk di bandara teranyar di Nyiur Melambai ini.

“Ibarat raport anak sekolah yah, kalau penumpang dan pesawat itu merah semua. Untuk kargo masih ada yang hitam, ada juga yang merah sih. Tapi masih dominan meningkat secara keseluruhan,” sebutnya lagi.

Kondisi ini pun semakin parah, saat maskapai atau gerai penjualan tiket pesawat di outlet bandara. Menjual harga tiketnya di atas Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan pemerintah. Tentunya, hal ini makin menyayat kocek calon penumpang yang umumnya bepergian ke Jakarta dan Surabaya.

“Pernah kita jumpai, ada yang kedapatan jual tiketnya itu di atas TBA. Dan mereka (penjual, red) dari maskapai ini harusnya sudah paham akan aturan dan ketentuan. Apa nggak takut sama sanksinya nanti?. Khusus untuk ini, kewenangan Kantor Otoritas Bandara, kita nggak bisa masuk lebih dalam di hal tersebut,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VIII Manado, Kol Pnb Sarmanto saat dikonfirmasi perihal hal tersebut menyatakan, pihaknya siap menjatuhkan sanksi tegas. Baik bagi agen/travel penjual tiket, hingga ke pihak maskapai. Jika didapati dan benar menjual tiket di atas harga yang sudah ditentukan.

“Jelas-jelas itu menyalahi aturan dan tidak dibenarkan. Pemerintah sudah menetapkan kalau ongkos Manado-Jakarta itu misalnya, Rp 2.000.000 TBA-nya. Tidak bisa dijual di atas dari harga tersebut,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, penerapan sanksi bisa sampai pencabutan rute dari maskapai. Jika saat diselidiki dan memiliki bukti kuat, menjual tiket di atas TBA. Hal ini pernah dilakukannya, di salah satu Bandara di Kota Ambon, yang juga masuk wilayah kerjanya.

Olehnya, dirinya berharap maskapai dan agen/travel untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Jangan sampai nantinya, ada penjatuhan sanksi yang bisa berdampak ke jalannya usaha.

“Kita semua berupaya untuk bekerja sesuai dengan aturan kan, kalau ada masyarakat yang mendapatkan informasi ada penjualan tiket di atas harga yang ditetapkan. Jangan ragu untuk melaporkannya. Langsung kita tindaki itu,” pungkasnya.

Sembari menambahkan, pengawasan pun dilakukan pihaknya di seluruh aplikasi jasa penyedia tiket pesawat, yang kini makin mudah diakses melalui telepon genggam.  (jul)

Kirim Komentar