07 Jun 2019 09:44

Realisasi Fisik Pemprov Deviasi Lima Persen

MyPassion
Steven Kandouw

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) terus menggenjot realisasi fisik dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019.

 

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, dalam realisasi fisik APBD 2019, Pemprov Sulut mengalami deviasi sebesar lima persen. Dirinya juga mengatakan, pekan depan akan ada rapat evaluasi realisasi anggaran. Deviasi tersebut, menurut Kandouw.

Karena adanya perencanaan dari perangkat daerah (peda) yang tidak matang. Sehingga, terjadi perubahan kegiatan dalam realisasi APBD 2019. Kandouw mengatakan, saat ini semua pekerjaan yang bakal masuk ULP harus siap 100 persen baru bisa diproses.

"Memang ada deviasi lima persen. Namun kan deviasi ini tidak menyebabkan minus atau plus. Namun terjadinya deviasi ini karena ada perencanaan dari peda yang tidak matang. Karena Pak Gubernur sudah menegaskan bahwa yang masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) semua harus matang dan terinci.

Jika tidak sekarang tidak boleh masuk ULP dan dilelang. Matangkan dulu perencanaannya, baru bisa berproses. Jangan belum siap sudah tayang. Saat pelaksanaan terjadi kendala. Seperti yang terjadi di pekerjaan Rumah Sakit Jiwa (RSJ), karena perencanaan belum matang. Maka terkendala. Ini harus dihindari," ungkapnya.

Kandouw mengatakan, realisasi fisik tersebut juga sementara digenjot. Karena diprediksi bakal ada Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan dari pemerintah pusat ke Pemprov Sulut untuk pekerjaan fisik. Pasalnya dari lobi gubernur, menurut Kandouw, pemerintah pusat memberikan lampu hijau terkait beberapa pekerjaan fisik di Sulut.

Deviasi tersebut, menurutnya, bakal dihindari sehingga target pekerjaan bisa sesuai dengan apa yang direncanakan dari awal.

"Realisasi fisik memang sedang kita genjot. Kita sudah akan minta semua data dari peda untuk realisasi ini. Sulut tahun ini bakal ketambahan DAK dari pemerintah pusat. Dan mudah-mudahan itu bisa terjadi. Dari lobi Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey, pemerintah pusat memberikan lampu hijau terhadap dukungan anggaran di beberapa pekerjaan fisik.

Yang pasti realisasi akan naik. Dan memang pergeseran anggaran yang terjadi pada awal tahun menyebabkan deviasi. Karena itu membuktikan ada perencanaan yang tidak matang. Saya harap ke depan, tidak ada lagi pergeseran anggaran karena perencanaan yang tidak matang," tandasnya. (tr-02/can)

Kirim Komentar