07 Jun 2019 10:03

Harga Minuman Bersoda Meroket

MyPassion
Disperindagkop Kotamobagu turun memeriksa harga minuman bersoda di toko TITA. (Claudia Rondonuwu/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Minuman bersoda di Kotamobagu mengalami kelangkaan. Hal ini menyebabkan harga minumam bersoda meroket. Kuat dugaan kelangkaan minuman bersoda karena ada upaya monopoli harga serta stok minuman bersoda.

Karena itu, Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM serta Satuan Polisi Pamong Praja  melakukan inspeksi mendadak (sidak). Dari sidak ditemukan harga jual minuman soda jenis Coca-Cola satu liter untuk setengah lusin mencapai Rp 100 ribu. Sedang untuk satu lusinnya dijual dengan harga Rp 200 ribu.

Kepala Disperdagkop dan UMKM Herman Aray mengungkapkan, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minum soda jenis Coca-Cola satu liter untuk satu lusin sebenarnya Rp 105 ribu, dan untuk setengah lusinnya Rp 52.500.

"Kami berharap pengusaha dapat menjual minum soda sesuai HET. Kalaupun harus menaikan harga atau mengambil keuntungan bisalah Rp 55 ribu untuk setengah lusin," tegas Aray, di depan pemilik Toko TITA dan sejumlah masyarakat.

Dia mengingatkan, menaikan harga berlebihan dan memonopoli bisa dikenakan sanksi tegas. "Ada aturan perdagangan yang mengatur soal harga. Apalagi terhadap kebutuhan warga jelang Idul Fitri. Pekan depan pemilik toko akan dipanggil untuk dimintai penjelasan," katanya.

Sementara itu, Pemilik Toko TITA Titi Jonathan Gumuli mengakui adanya kenaikan harga minuman bersoda. "Karena kami mengambil dengan harga dasar yang tinggi, jadi kami jual juga harganya lebih dari harga yang kita ambil, sudah termasuk biaya transportasi," kata Titi. Dia juga mengakui, membeli minuman bersoda di Indomaret dan Alfamart dengan harga Rp 140 ribu. (tr-06/ite)

Kirim Komentar