04 Jun 2019 14:55

Bupati Sitaro: Pancasila Jadi Pemersatu Bangsa

MyPassion
Evangelian Sasingen

MANADOPOSTONLINE.COM—Peringatan Hari Lahir Pancasila ke - 74, yang  jatuh di akhir pekan lalu. Punya makna tersendiri bagi seluruh rakyat Indonesia. Terlebih bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro. Dikatakan Bupati Sitaro Evangelian Sasingen, SE.  Pancasila merupakan ideologi sekaligus warisan yang sangat berharga yang diturunkan oleh para pendiri negara

"Karena, pancasila telah melalui perenungan, pergulatan, pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia. Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada Tanggal 1 juni 1945, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada Tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada Tanggal 18 Agustus 1945," ujarnya.

Para pendiri bangsa lanjutnya, dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama untuk menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan. "Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur," terangnya.

"Sehingga sudah merupakan tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam tiap sudut kehidupan. Pada tahun 2019 ini, kita diperhadapkan dengan pemilihan umum yang sempat memecah belah masyarakat. Sehingga peringatan Hari Lahir Pancasila ini dapat dijadikan momentum kita, untuk bersatu dari berbagai perbedaan, berbagi, saling menghargai pendapat dan pilihan serta berprestasi. Karena sebagai bangsa yang majemuk. Semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelas Sasingen

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika. "Kita harus bersatu dalam upaya  menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin. Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita pasti mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi secara global.

Tentu harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa.  Dan tidak boleh mengahambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan. Kita harus melakukan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya yang unggul dan tangguh," ajaknya.(drp/jul)

Kirim Komentar