04 Jun 2019 14:36

2020 PNS di Tomohon Dinilai Pakai Aplikasi

MyPassion
Daniel Pontonuwu

MANADOPOSTONLINE.COM—Pelaksanaan penyelenggaraan layanan pemerintahan yang optimal, berkualitas dan berintegritas. Jadi tujuan Pemerintah Kota Tomohon di Tahun 2020 nanti. Lebih-lebih dengan diluncurkannya PP Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam aturan tersebut, sanksi administrasi hingga pemecatan menanti para abdi negara yang kinerjanya tidak memehuni target.

Olehnya, dikatakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Daerah Kota Tomohon Drs Daniel Pontonuwu, awal tahun depan bagi PNS di lingkup Pemkot Tomohon. Bakal menggunakan aplikasi guna memantau kinerja abdi negara. Yang tidak capai, atau jauh dari standar yang ditetapkan bisa  diberikan sanksi. Bahkan, tindakan pemecatan tak tertutup dilakukan.

"Misalnya, sudah 35 hari berturut-turut tidak masuk kantor, itu artinya tidak ada komitmen untuk mengabdi lagi, langsung dipecat itu," tegasnya.

"Ada indikator pengisian beban kerja yang nantinya wajib dipenuhi PNS juga, lewat aplikasi yang nantinya efektif dilaksanakan awal tahun depan. Yang penting di sini, bagaimanapun mekanisme penilaian kinerja PNS, sudah selayaknya bagi mereka (PNS, red) untuk memberikan layanan dan pengabdian yang profesional. Bukan karena aturan baru ini, lantas meningkatkan kinerjanya," terangnya lagi.

Sebelumnya, Sekkot Tomohon Ir Harold Lolowang membenarkan wacana pemberlakuan aplikasi penilaian kinerja PNS tersebut. Kata dia, penilaian secara keseluruhan juga diberlakukan kepada kepala OPD. Hal ini dilakukan guna memberikan rasa keadilan bagi seluruh PNS.

"Staf bisa melaporkan juga kalau atasannya kurang optimal dalam bekerja. Dan itu dimungkinkan, jadi tidak hanya PNS golongan tertentu saja. Saya saja, jika memang ditemukan kesalahan, tentunya tak luput dari sanksi. Intinya, bersama-sama memberikan yang terbaik bagi rakyat," sebutnya.(jul)

Kirim Komentar