03 Jun 2019 08:23

The Reds Bisa Banjir Tropi Musim Depan

MyPassion
Ekspresi Mohamed Salah yang menjadi salah satu pemain penting untuk mengunci gelar Liga Champions 2019. (FB UCL)

LIVERPOOL akhirnya menuntaskan puasa gelarnya di Liga Champions usai mengalahkan Tottenham pada laga final hari Minggu (2/6). Bermain di Wanda Metropolitano, Madrid, tim berjuluk The Reds itu menang dengan skor 2-0.

 

Keberuntungan sudah menyelimuti Liverpool sejak menit kedua, tepat setelah Mohamed Salah mencetak gol melalui titik putih. Divock Origi lalu mengunci kemenangan atas Tottenham melalui golnya di menit-menit akhir.

Sang legenda, Robbie Fowler, yakin trofi-trofi berikutnya akan menghiasi lemari prestasi skuad asuhan Jurgen Klopp tersebut musim depan. Hal itu membuat Fowler semakin optimis. Ia melihat masa depan Liverpool di bawah asuhan Klopp akan cerah.

Dan seperti bola salju, serangkaian trofi akan menyusul pada musim depan seiring kesuksesan di musim ini. "Liverpool kembali ke panggung dunia dengan sangat baik, akan seperti bola salju dan bertumbuh lebih besar lagi," tulis Fowler dalam kolom khusus di Mirror.

"Dengan langkah itu, melewati batas untuk pertama kalinya dengan trofi yang nyata itu luar biasa. Ini adalah proses yang semua tim harus lewati, pengalaman fundamental untuk menjadi tim berlevel elit," lanjutnya.

Di mata Fowler, prospek Liverpool terlihat menakutkan dalam artian positif. Apalagi jika mengingat perjalanannya pada musim ini, di mana mereka berhasil mencatatkan torehan apik di Premier League serta mampu menyingkirkan klub besar di Liga Champions.

"Liverpool punya sisi yang sudah berada di puncak, dan akan semakin lebih baik lagi. Prospeknya cukup menakutkan," tambah pelatih kepala tim Australia, Brisbane Roar, itu.

"Mereka finis di peringkat dua (Premier League) dengan 97 poin, menyingkirkan tim seperti Bayern Munchen dan Barcelona untuk kembali ke final dan masih belum menyentuh puncak potensinya. Meraih trofi telah membuka potensi itu," sambungnya.

Sejumlah fakta menarik pun muncul usai Liverpool menjuarai Liga Champions. Pertama, gol Mohamed Salah yang tercipta pada menit 1 lebih 48 detik menjadi yang tercepat kedua di final Liga Champions setelah gol Paolo Maldini pada detik ke-51 musim 2004-2005 (AC Milan vs Liverpool). Kedua, Divock Origi menjadi pemain pengganti kelima yang mencetak gol di final Liga Champions dalam 6 musim terakhir. Origi mengikuti jejak Marcelo (Real Madrid, 2013-2014), Yannick Carrasco (Atletico Madrid, 2015-2016), Marco Asensio (Real Madrid, 2016-2017), dan Gareth Bale (Real Madrid, 2017-2018).

Ketiga, Liverpool kini telah mengoleksi 6 trofi Liga Champions. Liverpool hanya kalah dari Real Madrid (13 trofi) dan AC Milan (7 trofi). Rekor keempat, Juergen Klopp akhirnya menghapus kutukan final di kompetisi Eropa. Sebelumnya, Klopp gagal pada 2012-2013 (Dortmund, final Liga Champions), 2015-2016 (Liverpool, final Liga Europa), dan 2017-2018 (Liverpool, final Liga Champions).

12
Kirim Komentar