03 Jun 2019 08:13

Jokowi: Flamboyan Pergi, namun Tetap di Hati

MyPassion
SBY bersama dua putranya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, sebelum pemakaman, kemarin. (BIRO SETPRES)

MANADOPOSTONLINE.COMKeluarga besar Susilo Bambang Yudhoyono mengantarkan jenazah Ani Yudhoyono ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, tempat peristirahatan terakhirnya. SBY berjalan pelan di belakang peti jenazah Ani Yudhoyono diikuti anak, menantu, dan keluarga besarnya. Menjelang sore (2/6) Presiden Joko Widodo memimpin upacara pemakaman ibu negara ke-6 itu secara militer.

SBY dan keluarga terlihat tabah. Mereka pun mengikuti upacara pemakaman tersebut secara khidmat. Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhi Baskoro Yudhono langsung berdiri ketika jenazah ibunda hendak diturunkan ke dalam pusara. Lagu Gugur Bunga mengalun pelan setelah tembakan salvo berdesing sebagai tanda penghormatan.

Sebagai putra sulung, Agus mewakili keluarga menyampaikan beberapa pesan terakhirnya. ”Selamat jalan, Memo. We love you and we will forever miss you,” ungkap dia dilansir dari Jawa Pos (grup Manado Post). Pesan itu disampaikan Agus setelah mengungkapkan beberapa memori yang dia ingat tentang ibundanya.

Ani, dimata keluarga SBY merupakan sosok yang tegar. Lahir dari ayah seorang prajurit, menjadi istri prajurit, dan memiliki anak seorang prajurit, membuatnya semakin tangguh. Karakter itu, lanjut Agus, ditunjukkan Ani hingga akhir hayatnya. Februari lalu, saat mengetahui dirinya mengidap kanker darah, Ani sempat meneteskan air mata. Namun, dia tabah. ”Saya pasrah tapi saya tidak menyerah,” ucap Agus menirukan kalimat ibundanya.

Ayah satu anak itu pun menyebut, ibundanya merasa sudah begitu banyak mendapat kebaikan dari Allah SWT. Sehingga bertekad menerima apa pun yang kemudian hadir dalam hidupnya.  Termasuk di antaranya kanker darah yang membuat Ani harus menjalani perawatan berbulan-bulan di National University Hospital (NUH) Singapura. 

Sepanjang upacara pemakaman kemarin, SBY duduk bersebelahan dengan mantan Presiden B. J. Habibie. Ketua umum Partai Demokrat itu juga tidak bicara panjang lebar ketika mendapat ucapan duka cita dari pejabat, kerabat, serta masyarakat yang turut mengantarkan Ani ke Kalibata. ”Terimakasih, mohon doanya,” ucap dia membalas ucapan duka cita dari masyarakat. Serupa, Edhi yang sedari awal duduk di samping istrinya juga irit bicara.

Pukul 13.24, rangkaian upacara persemayaman secara militer dimulai. Peti jenazah Ani diserahkan secara simbolis dari pihak keluarga ke pemerintah. Ibas mewakili pihak keluarga. Sedangkan dari pemerintah diwakili Bambang Soesatyo. Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa meninggalnya Ani merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.

”Kita hadir di sini untuk memberikan penghormatan terakhir,” imbuhnya. Lewat kesempatan tersebut, Jokowi juga menyinggung jasa-jasa Ani selama ini. Mulai upaya memberantas buta huruf, mengembangkan kerajinan nasional, sampai memberdayakan perempuan dan anak.

Tidak lupa, Jokowi juga menyebutkan bahwa Ani selama ini termasuk salah seorang perempuan yang aktif dalam beragam program sosial. ”Sepanjang hayatnya mendedikasikan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap dia. Karena itu, lanjutnya, Ani mendapat bintang mahaputra adiparadana. Pria yang pernah menjabat gubernur DKI itu pun kembali menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Mewakili seluruh rakyat Indonesia.

Untuk keluarga SBY, Jokowi berharap mereka diberi ketabahan setelah ditinggalkan oleh Ani. Meski tidak panjang dan lengkap, dia mengutip salah satu kata dalam puisi berjudul Flamboyan yang diciptakan SBY pada 2004 lalu. ”Flamboyan telah pergi, namun akan tetap hidup dihati kita semuanya. Rakyat Indonesia yang mencintainya,” kata dia menutup sambutan dalam upacara pemakaman kemarin.

12
Kirim Komentar