01 Jun 2019 08:12

Volume Kendaraan Naik, Manado Makin Sesak

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—‘Serbuan’ warga dari daerah tetangga ke Manado makin meningkat. Volume kendaraan yang beroperasi di ibu kota Sulut naik hingga 50 ribuan. Jalanan dipastikan makin padat hingga mendekati Lebaran.

 

Berdasarkan data Bapemda Sulut, kendaraan yang beroperasi di Manado untuk motor ada 215.413. Sementara mobil 94.365. Tak dapat dimungkiri, banyaknya kendaraan yang ‘menyerbu’ ibu kota Sulut, tidak lepas dari keinginan warga dari beberapa kabupaten/kota tetangga yang ingin berbelanja kebutuhan Idul Fitri di Manado.

Titik kemacetan mulai terjadi dari pintu masuk ke Manado. Jalur Malalayang (Manado-Minsel), Paal Dua (Manado-Minut-Bitung). Di dalam kota ada di sepanjang jalur Boulevard. Kemudian Jalan Sam Ratulangi, Jalan Ahmad Yani, Jalan Bethesda.

Di Manado pinggiran, macet juga menjadi pemandangan sehari-hari bagi pengendara yang sering melintas di SMA Negeri 2 hingga pertigaan RS Advent. Hal serupa juga sering terjadi di jalur Tuminting. Sementara itu, ada juga beberapa titik yang terjadi kemacetan hanya di jam-jam tertentu.

Lebaran di Sulut bukan hanya menjadi momen bagi umat Muslim saja untuk berbelanja. Ekonom Sulut Robert Winerungan mengatakan, ini menjadi momen masyarakat umum, karena beragam diskon yang ditawarkan tempat perbelanjaan. “Secara tidak langsung kesempatan ini meningkatkan daya beli. Harusnya hanya bisa membeli 1 item tapi karena momen diskon bisa membeli 2,” ungkapnya kemarin.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unima ini melanjutkan, kemacetan lalulintas di daerah pusat perbelanjaan tak terhindarkan. Manado sebagai pusat perbelanjaan, tidak hanya dikunjungi oleh masyarakat Manado dan sekitarnya. “Tapi banyak yang datang dari luar seperti Maluku Utara dan Papua,” bebernya.

Otomatis perekonomian Sulut terpacu. Karena adanya peningkatan permintaan. “Selain itu sektor lainnya sebagai efek pengunjung dari luar semakin berkembang, seperti transportasi, hotel dan rumah makan. Yang pasti mempengaruhi pergerakan perekonomian kita, perputaran uang di Sulut semakin tinggi,” pungkas Winerungan.

Untuk mengurai kemacetan, Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel menambah personel di titik-titik rawan macet. “Jangan memarkir kendaraan di sembarang tempat. Kalau mau berhenti silahkan cari tempat yang diperbolehkan. Sebab kalau tidak bisa menghalangi, menghambat pengguna jalan yang lain,” tandasnya.(***)

Kirim Komentar