01 Jun 2019 11:40

Sebelum Meninggal, Ibu Ani Sudah 3 Hari Dirawat di ICU

MyPassion
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono. (Screenshot via Twitter/@AgusYudhoyono)

MANADOPOSTONLINE.COM- Ani Yudhoyono meninggal dunia usai menjalani perawatan medis beberapa bulan di National University Hospital (NUH), Singapura, pada Sabtu (1/6). Istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono meninggal karena penyakit kanker darah yang diderita.

Sebelumnya, Ibu Ani sempat menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU), NUH Singapura selama tiga hari. Hal ini diungkapkan Anak sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia mengatakan bahwa kondisi ibunya menurun sejak Rabu (29/5) lalu.  "Tindakan itu diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi penurunan kesehatan Ibu Ani yang masih belum stabil," terang AHY melalui keterangan pers kepada Jawa Pos (Grup Manado Post) kemarin (31/5).

Sebagaimana diketahui, selama tiga bulan terakhir, Ani dirawat di ruang karantina khusus untuk menghindari terjadinya infeksi virus dan bakteri yang berpotensi mengganggu proses pengobatan yang sedang dilakukan.

Ossy Dermawan, staf pribadi SBY mengatakan, sudah tiga hari Ani berada di ICU untuk perawatan intensif mengatasi penyakit kanker darah yang dideritanya. Yang pasti, kata Ossy, SBY beserta keluarga berterima kasih atas segala doa dan dukungan yang diberikan oleh seluruh rakyat Indonesia kepada Ani. SBY dan keluarga juga berterima kasih kepada para sahabat yang berniat menjenguk Ani di NUH Singapura.

Sementara itu, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sempat mengunjungi Ani kemarin siang. “Saya tidak bisa masuk ke dalam ruangan tempat Bu Ani dirawat karena full steril. Saya juga tidak sempat bertemu dengan Pak SBY karena terus mendampingi Bu Ani di dalam,” katanya dalam keterangan yang dibagikan pada Media.

Luhut mengatakan bahwa dirinya diterima oleh Hatta Rajasa di ruang tunggu rumah sakit. Hatta lantas menceritakan kondisi Ani. ''Saya tidak bisa menulis detail penjelasan Pak Hatta, karena kurang elok. Yang jelas semua segi kesehatan Bu Ani sekarang sedang ditolong,” tutur Luhut.

Dia menyebut, kedatangannya di sela-sela perjalanan dinas merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian karena ia dan istrinya kenal baik dengan Ani. Apalagi Luhut merasa ada sedikit bagian dari perjalanan hidupnya yang melibatkan almarhum Sarwo Edhie Wibowo, ayah Ani. (jpnn)

Kirim Komentar