31 Mei 2019 11:47

Ngeri!!! Balas AS, Tiongkok Hentikan Ekspor Bahan Baku Rudal dan Komputer

MyPassion
Ilustrasi. (Reuters)

MANADOPOSTONLINE.COM--Wakil Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Zhang Hanhui menegaskan bahwa Tiongkok menentang adanya perang dagang. Namun, jika itu terjadi, mereka tidak takut menghadapinya. "Tiada pemenang dalam perang dagang. Hasutan konflik dagang yang terencana ini adalah terorisme ekonomi yang terbuka, chauvinisme ekonomi, dan perundungan ekonomi," tegas Zhang seperti dikutip AFP.

AS menerapkan kenaikan tarif atau pajak pada barang-barang yang diimpor dari Tiongkok awal bulan ini. Nilainya mencapai USD 200 miliar atau setara dengan Rp 2,88 kuadriliun. AS juga memasukkan raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei, dalam daftar hitam perdagangan. Huawei dianggap dekat dengan Beijing sehingga bisa dimanfaatkan untuk memata-matai AS.

Tiongkok membalas dengan menaikkan tarif impor produk AS senilai USD 60 miliar atau Rp 864,3 triliun. Kebijakan itu mulai berlaku Sabtu (1/6) mendatang. Ada indikasi negeri dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu akan menghentikan ekspor logam tanah jarang ke AS.

Logam tanah jarang terdiri atas 17 elemen yang biasa dipakai sebagai bahan baku pembuatan peralatan komputer, ponsel cerdas, televisi, mobil listrik, laser, serat optik, hingga bahan peralatan militer seperti rudal.

Sebanyak 95 persen produksi global bahan mineral langka tersebut ada di Tiongkok. Lebih dari 80 persen kebutuhan sumber daya alam strategis itu diimpor AS dari Tiongkok.

Sejatinya, bahan mineral tersebut ada di berbagai negara. Tapi, penambangan dan pengolahannya sangat sulit serta berpotensi merusak lingkungan. Karena itu, jarang ada negara yang melakukannya.

12
Kirim Komentar