31 Mei 2019 12:36
Wali Kota Tomohon: Kita Selidiki di Dinas Terkait

All-out Sukseskan Pemilu, Gaji Nakon Malah Dimutilasi

MyPassion
Jimmy Eman

MANADOPOSTONLINE.COM—Nasib tragis para petugas yang menyelenggarakan Pemilu 2019. Tak hanya ratusan korban jiwa yang gugur saat bertugas, maupun harus terbaring sakit pasca melaksanakan pesta demokrasi. Sejumlah pejuang hajatan lima tahunan tersebut, harus gigit jari dikarenakan gaji yang harusnya diterima dimutilasi.

 

Ya, di Kota Tomohon beberapa orang yang kesehariannya berprofesi tenaga kontrak (nakon) di Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon contohnya. Buah dan reward atas kerja kerasnya selama penyelenggaraan Pemilu di Bulan April, disinyalir raib entah kemana.

Keluhan tersebut, diutarakan beberapa Nakon yang mengeluhkan hak mereka ‘dimutilasi'. “Saat hendak menandatangani slip gaji, saya kaget sudah ada potongan, padahal kalau soal kehadiran kami merasa tidak pernah bolong kecuali saat dua hari bertugas di TPS,” jelas beberapa Nakon yang enggan nama mereka dikorankan.

Sepengetahuan mereka, saat bertugas di TPS juga disertai surat keterangan dari Komisi Pemilihan Umum. “Tentunya ini sangat merugikan, kalau tahu begini lebih baik  tak ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu kemarin," sesal salah satu Nakon yang berdomisili di Tomohon Tengah.

Kekesalan tersebut heboh di kalangan para nakon, pasca menandatangani penerimaan gaji. “Kami mencoba koordinasi dengan beberapa rekan yang bertugas saat pemilu dari instansi berbeda mereka tidak mendapat potongan. Kenapa hanya kami yang terkena potongan?,  Padahal sudah susah payah di lapangan, sering kurang makan dan istirahat, ini jelas tak adil,” sahut Nakon lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Tomohon Jimmy Eman SE AK CA ketika dikonfirmasi menuturkan akan berkoordinasi dengan instansi terkait. “Akan kami cek ke dinas yang bersangkutan, karena keluhan ini baru saya dengar,” jelas Eman.

Terkait dengan adanya surat pemberitahuan para petugas penyelenggara pemilu seharusnya tidak ada pemotongan. “Karena mereka itu menjalankan tugas negara jadi seharusnya tidak ada pemotongan gaji, kita akan berkoordinasi dan selidiki lebih lanjut masalah ini,” sebutnya dengan nada tinggi.(jul)

Kirim Komentar