29 Mei 2019 18:03

Keluarga Cinta Masih Curiga, Tunggu Hasil Resmi Otopsi

MyPassion
Suasana Rumduk Cinta Mumek di Kelurahan Tosuraya Barat Lingkungan 5, Rabu (29/3).

MANADOPOSTONLINE.COM – Kematian pelajar usia 13 tahun, Cinta Mumek pada Selasa (28/5) menyisakan cerita kenangan di antara keluarga yang ditinggal. Keluarga masih belum percaya remaja yang duduk di kelas 7 SMP N 1 Ratahan itu bunuh diri. Mereka bersikeras menunggu hasil resmi otopsi yang diperkirakan keluar dalam tiga hari.

Saat dikunjungi di Rumduk Kelurahan Tosuraya Barat Lingkungan 5, Rabu (29/3), keluarga hendak bersiap kembali ke ladang pekuburan untuk menyalakan lilin di kubur anak ke-3 mereka. Sang ibu Altje Wongkar saat ditanyai tentang kegalauan atau gelagat aneh anak manisnya itu menjawab, tidak ada hal aneh karena anaknya beraktivitas seperti biasa di rumah.

“Biasa-biasa. Sore itu dia masih sempat menggoreng pisang di sini bersama teman perempuannya yang main di rumah. Dia kasih 1 piring pisang goreng untuk papanya. Papanya suka, terus minta tambah. Cinta goreng lagi sekalian buat saya. Dia dan adik laki-laki paling kecil paling suka bercanda dengan papanya. Biasa kalau sore, mereka bertiga saling siram air sebelum akhirnya mandi,” kenang Altje dengan senyum di wajahnya.

Menurutnya, anaknya itu juga perhatian sekali terhadap orang tua. Dia tidak suka orang tuanya bertengkar di hadapannya. “Kalau misalnya kami (orang tua) salah paham dan bertengkar, dia suka marahi kami supaya tidak bertengkar lagi. Sama sifatnya dengan adiknya yang suka bilang : “berenti jo ngoni dua” kalau kami berdua lagi ribut. Cinta tegur kami juga dengan setengah bercanda. Dia bilang ke papanya, kalau marah-marah mulutnya jadi panjang. Sontak papanya tertawa dan kami tidak jadi bertengkar,” ungkapnya bangga.

Kejadian itu sama sekali di luar pikiran ibunya. Malam itu ayahnya sudah berusaha mencari-cari keberadaan Cinta setelah sempat terlihat dibawa lari 2 orang temannya laki-laki. “ Hari sudah gelap, saya lihat Cinta tidak ada di rumah.  Saya cari dia di warung depan rumah tantenya tapi tidak ada. Tapi ada dua motor dekat rumah, saya suruh cek papanya. Mereka langsung lari. Malam itu papanya cari ke warung opanya, mau sekalian isi bensin, tapi sudah tutup. Mereka sudah tidur. Warung ada di depan, tapi rumah (tempat) kejadian ada di belakang. Saya suruh cek di jalan-jalan, di Akper dan di kolam tapi tidak dapat juga. Ternyata pagi-pagi Cinta sudah tidak ada,” tuturnya lirih.

Kematian remaja itu dengan pose gantung diri, dicurigai keluarga. Apalagi mendengar tenaga medis setempat yang memeriksa jasad langsung di TKP. “Opanya sudah tua usia 70 tahun lebih. Setelah ditanya beberapa kali, apakah benar itu Cinta yang ketemu dengannya pagi-pagi untuk pinjam charge hp? Dia mulai ragu, jadi kurang yakin. Opanya bilang : Kurang kage dia pe jiwa da ba bilang suruh lia akang di rumah belakang,” sebutnya.

“Sedangkan mantri yang datang di TKP bilang (kematiannya) sudah 4 jam lalu, jadi itu sekitar jam 4 subuh. Pertama diperiksa di luar sudah tidak bernyawa, terus di bawa ke dalam kamar juga diperiksa. Mantri bilang ke kakak saya, ‘organ intim korban sudah tidak utuh’. Lalu juga Kapolsek bisik saya dan suami, anak kalian sudah tidak perawan,”

Altje yang turut didampingi suaminya Vecky Mumek dan anak perempuannya paling besar Lina Mumek serta suami Sadam dan anak perempuan nomor 2 Tesa dan yang paling kecil Junaidi menunggu hasil resmi otopsi untuk tindak selanjutnya. “Kami menunggu hasil resmi otopsi, mungkin dalam 2 hari sampai 1 minggu ke depan,” tandasnya. (ctr-04)

Kirim Komentar