29 Mei 2019 09:02

Cinta Diduga Bunuh Diri, Ini Penjelasan Kepolisian

MyPassion
Cinta Mumek ditemukan tak bernyawa dengan seutas tali, Selasa (28/5). Foto lain jenazah berada di rumah duka Kelurahan Tosuraya Barat Lingkungan 5. (Victory/MPO)

MANADOPOSTONLINE.COM--Cinta Mumek, seorang pelajar SMP usia 13 tahun  di Ratahan, ditemukan tak bernyawa dengan seutas tali, Selasa (28/5) pagi. Posisi jasad yang tak lazim layaknya bunuh diri membuat keluarga tidak terima anak perempuannya dianggap bunuh diri.

"Saya tidak yakin kalau (Cinta) bunuh diri. Jam setengah 7 tadi malam dia masih ada, sama dua temannya laki-laki di seputaran kompleks rumah ini. Saya suruh papanya cek, tapi mereka bawa lari Cinta entah kemana. Yang saya tahu ada pacarnya orang (desa) Wioi. Saya tidak yakin kalau anak saya bunuh diri, mau minta otopsi. Semua orang yang lihat itu tali pasti tidak percaya," ujar sang ibu Altje Wongkar sambil terus-terusan menangis.

Sang Ayah pun berkeyakinan kematian putrinya janggal. Menurutnya Cinta tidak tahu bergaul dan tidak pernah keluar rumah.

"Tadi malam ada dua motor. Pas saya cek anak saya di dekat kompleks rumah, ada anak laki-laki dengan motor. Yang satu seperti sedang jaga-jaga saya, jangan sampai saya lihat mereka. Pas saya senter dengan lampu motor, mereka kabur. Anak saya juga dibawa mereka. Saya berusaha kejar tapi kondisi motor saya yang tidak kuat (naik tanjakan), jadi mereka menghilang. Sampai pagi ini, sudah jadi begini," ujarnya dengan mata merah berkaca-kaca.

Namun, dari hasil penyelidikan kepolisian, indikasi peristiwa ini merupakan murni gantung diri. Hal ini sebagaimana disampaikan Kapolsek Ratahan Kompol Ronny Tumalun, Selasa (28/5) malam.

“Jadi dari pemeriksaan keterangan medis pemeriksaan luar dan dalam bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” katanya.

Tak cuma itu, indikasi kasus murni gantung diri menurut Tumalun, kian diperkuat dengan ditemukannya hasil chatingan via pesan singkat WhatsApp korban.

Korban sempat menulis pesan dengan pria yang diduga kuat merupakan teman dekat korban. “Kalu kita so nda ada nn jaga diri bae" ne di sana jangan sampe lupa mkang.” bunyi isi pesan tersebut.

“Petunjuk ini juga kami sinkronkan dengan testimoni berupa tulisan dalam buku pelajaran korban yang ditemukan ibunya. Di situ korban sempat menulis keluh kesahnya terkait masalah cinta,” terang Tumalun.

Dari pantauan, Selasa malam, jenazah korban tiba di rumah duka di Kelurahan Tosuraya Barat, Kecamatan Ratahan. Jenazah pun disambut dengan tangisan histeris dari keluarga.(ctr-04/cw-01/gnr)

Kirim Komentar