28 Mei 2019 12:57
Bupati: Kalau Perlu Tambah Pasokan Dari Luar

Pemkab Minahasa Seriusi Barito dan LPG Jelang Idul Fitri

MyPassion
Ilustrasi.(Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM—Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Minahasa Tahun 2019, di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Senin (27/5).

Dalam sambutannya, dirinya memberi apresiasi terkait Rakor TPID dan menilai bahwa hal ini sangat penting. Karena tugas dan tanggung jawab TPID untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Lanjutnya lewat TPID ini, upaya menetralkan tekanan fluktuasi harga, akibat tingginya permintaan dan minimnya pasokan. Bisa terselesaikan secepat mungkin, mengingat sejumlah warga di Minahasa ikut merayakan Lebaran di awal bulan Juni nanti.

”Komoditas utama seperti bawang, rica, tomat atau Barito, ada juga tabung gas LPG. Bagaimana upaya kita mengantisipasi, kalau perlu ditambah suplai dari luar Minahasa. Biar kebutuhan dan lonjakan harga sama-sama bisa kita antisipasi,” paparnya.

Sembari menambahkan, jika kondisi tersebut dibiarkan dalam waktu lama. Dikhawatirkan dapat memicu inflasi di kabupaten terbesar di Sulut ini, bahkan bisa berkontribusi secara provinsi.

“Saya minta semua harga bapok di tiga pasar tradisional kita, Pasar Langowan, Pasar Tondano dan Kawangkoan dalam waktu dekat sudah stabil. Ini penting untuk disegerakan,” lugasnya.

 

“Program-program pemberian benih benih cabe (rica, red) yang disebarkan kepada masyarakat dan kelompok tani harus segera ditindaklanjuti, biar ada pemenuhan sendiri. Dan mengurangi permintaan di pasar tradisional secara keseluruhan. Karena ada pemenuhan swadaya,” terangnya lagi.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat menyatakan, pihaknya terus berupaya bersama seluruh pemerintah di daerah. Untuk menyiasati secara cepat dan efektif, menyediakan pemenuhan kebutuhan pokok bagi masyarakat di Sulut, termasuk Minahasa.  

“Secara keseluruhan ada 60 ribu bibit rica yang sudah kita berikan se-Sulut, lewat sinergitas bersama TP-PKK. Nah, ini harus ditindaklanjuti dengan terjun lebih dalam ke mekanisme pasarnya. Biar ketahuan, dimana sumber masalahnya, apakah memang dari keterbatasan produksi atau permainan pengecer,” terangnya.

Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan BI Sulut Gunawan, Kepala Bidang Pengadaan BULOG Divre Sulut dan Gorontalo Herman, Kepala BPS Kabupaten Minahasa Leopord Richard Rawung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Minahasa DR. Sihar Wilford Siagian, MA, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa dan para pengusaha.(tr-03/jul)

Kirim Komentar