27 Mei 2019 12:37

Wali Kota Kotamobagu: Tak Hadir Sholat Subuh TPP Dipotong 5 Persen

MyPassion
Tatong Bara

MANADOPOSTONLINE.COM—Kebijakan pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) oleh Pemerintah Kota Kotamobagu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak mengikuti sholat subuh berjamaah, menuai protes dari sejumlah ASN.

Protes atas kebijakan tersebut disuarakan melalui media sosial. Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara saat di konfirmasi mengaku, TPP bukanlah hak mutlak yang dimiliki oleh ASN karena TPP berbeda dengan gaji.

"Gaji itu hak mutlak. Sedangkan TPP bukan. Siapa yang berkinerja yang dibayar. Jadi yang bukan hak mutlak kemudian dipotong jangan marah. Sholat saja dibayar pemerintah, dalam Panca Prasetia Korps, ada poin bertaqwa kepada Allah SWT," ungkap Tatong.

Tatong menegaskan, yang tidak mengikuti program sholat subuh tentu TPP-nya dipotong. “Karena pemerintah ada program sholat subuh berjamaah, yang tidak hadir tak dibayar, dan yang hadir dibayar. Di Bolsel saja yang tidak hadir sholat dipotong 25 persen. Jadi jangan marah kalau yang bukan hak mutlaknya dipotong," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPP Sahaya Mokoginta menegaskan, program sholat subuh berjamaah dilaksanakan sebulan sekali. “Program itukan tidak full satu bulan dan yang tidak hadir kita potong 5 persen," tambahnya.(tr-06/ite)

Kirim Komentar