27 Mei 2019 10:32
Tamuntuan Cs Kans Dilirik Parpol

Pejabat Pemkot-Pemprov Adu Kuat di Pilwako Tomohon

MyPassion
Ilustrasi.(Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM—Teka-teki siapa yang akan disodorkan maju menjadi calon Wali Kota – Wakil Wali Kota Tomohon di Pilwako Tahun 2020, sepertinya masih menjadi agenda rahasia partai politik. Meski begitu, sejumlah figur kompeten dari dua partai dominan, PDI-Perjuangan dan Golkar, di Kota Bunga tentunya punya hitung-hitungan sendiri, siapa yang layak dilamar sebagai calon pendamping.

Dari sisi abdi negara atau para birokrat, bisa  jadi alternatif memuluskan jalan sebagai orang nomor satu di Kota Religius nanti. Selain kemampuan manajemen pemerintahan yang handal, sejumlah birokrat asal Kota Bunga tentunya memiliki elektabilitas tersendiri. Yang nantinya bisa dikonversikan sebagai kekuatan bersama.

“Memang ada sisi positifnya juga, kalau partai melirik seorang birokrat sebagai pendamping. Baik itu, di Kabupaten-Kota bahkan hingga provinsi, kita lihat di Minahasa, Sitaro dan Kota Manado. Figur pemimpin di sana, orang-orang yang lama malang melintang di dunia pemerintahan. Dan khusus untuk Kota Tomohon, yang pemilihnya masih menganut paham ketokohan. Tentunya, bisa menjadi alternatif pemulus menuju DB 1 G nantinya,” ungkap Pengamat Politik Charles Tangkau.

Lebih jauh dikatakannya, sosok birokrat bisa menjadi analyst government bagi pasangan yang berasal dari Parpol. Terlebih, pada saat menjabat, para birokrat ini melayani masyarakat dengan baik. Lewat kebijakan yang dinilai memberikan dampak langsung pada perbaikan nasib orang banyak.

“Karena biasanya kebijakan seperti Perwako maupun usulan ke DPRD untuk dibuat Ranperda. Bukan hal baru lagi bagi birokrat, dan pasangannya diuntungkan dari sisi pembuatan dan masukan soal rencana kebijakan. Tapi, yang perlu dicatat, mengingat aturan yang tidak lagi memberikan cuti bagi birokrat. Jika ingin terjun di arena politik, sudah harus siap dengan konsekuensi. Harus mundur sebagai PNS, kalau yang bersangkutan sudah mendekati masa purna bakti sih, its ok!. Tapi, kalau track recordnya masih panjang, ini tentunya jadi ajang ajang pertaruhan bagi dirinya. Selain itu, sudah harus siap dengan cost politik juga,” ulas Akademisi Unima ini.

Sebelumnya, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE AK CA saat diwawancarai, tak menampik jika nantinya ada pendamping yang bisa saja diambil dari luar Partai Beringin. Tentunya ini makin menyempurnakan figur-figur yang ada di kubu beringin.

“Semua tetap mengikuti mekanisme partai, ada pembukaan pendaftaran di sana, penjaringan sampai pelaksanaan survey. Kalau memang ada birokrat yang memenuhi syarat dan punya elektabilitas, kenapa tidak?,” ujar Eman.

Senada, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P Sulut Lucky Senduk pun berujar hal serupa. Yang pasti, bagi Partai Moncong Putih. Kota Tomohon wajib untuk diakuisisi.

“Tergantung, apakah yang dicalonkan nantinya bisa memenuhi semua kriteria yang ditetapkan, prinsipnya kader dan non-kader kita berikan kesempatan seluas-luasnya. Silakan mendaftar, tapi di Pilwako nanti, menang jadi harga mati bagi PDI-P,” seru Senduk.(jul)

Berikut Daftar Calon Birokrat Kans Bertarung Pilwako Tomohon 2020:

Harold Lolowang, Sekkot Tomohon (Kamasi)
Ervinz Liuw, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu Tomohon (Kakaskasen)
Gerardus Mogi, Kepala Badan Keuangan Daerah Tomohon (Kakaskasen)
Dolvin Karwur, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Tomohon (Matani)
Joice Taroreh, Kepala Dinas PU Tomohon (Talete)
Arnold Poli, Pelaksana Harian Wali Kota Tomohon 2016 (Talete)
Fereydy Kaligis, Kabid Tanaman Semusim dan Rempah Dinas Perkebunan Sulut (Talete)
Fabian Pascoal, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Investasi dan Penanaman Modal (Kolongan)
Rinny Tamuntuan, Kepala Dinas Sosial Sulut (Pinaras)
Lynda Watania, Kepala Dinas Perhubungan Sulut (Kakaskasen)

Kirim Komentar