27 Mei 2019 10:01

Kejar Kursi ke-11 DPRD Manado, PDI Perjuangan Gugat ke MK

MyPassion
Richard Sualang

MANADOPOSTONLINE.COM—PDI Perjuangan membawa hasil pemilu khusus DPRD Manado ke Mahkamah Konstitusi (MK). Khusus untuk dapil Tuminting-Bunaken-Bunaken Kepulauan.

 

Dalam permohonan yang diajukan tim PDI Perjuangan, dibeberkan mengenai perbedaan data. Di antaranya di TPS 4 dan TPS 6 Kelurahan Maasing. Jumlah suara di C1-DPRD yang dimiliki partai berbeda dengan DAA1.

Atau terjadi perubahan perolehan suara. Hal tersebut berimbas pada perolehan total suara partai. Yang membuat PDI Perjuangan kehilangan peluang menambah satu kursi di DPRD Manado.

Permohonan yang diajukan ke MK juga menyampaikan terkait PPK Tumintung menolak melakukan penghitungan suara ulang. Padahal terjadi perbedaan data C1 dengan DAA1. Kemudian dalam DAA1 terdapat coretan tanpa paraf para saksi serta panwas.

Di samping otu, PDI Perjuangan menyampaikan fakta di lapangan. Ketika salah satu anggota PPK Tuminting membawa kotak suara dalam keadaan terbuka, keluar dari ruang pleno PPK. Juga mengeluarkan plano DAA1 dari dalam kotak suara.

Sebenarnya hal ini sudah disampaikan saat rapat pleno di tingkat KPU Manado. Hanya saja tidak ditanggapi.

Berbagai keruwetan dalam pleno di KPU Manado juga dipaparkan PDi Perjuangan dalam permohonan yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Ketua PDI Perjuangan Manado Richard Sualang membenarkan hal ini. Sualang mengatakan, pihaknya berusaha mempertahankan kursi ke-11 PDI Perjuangan di DPRD Manado.

“Laporan ini sudah dikoordinasikan dengan DPP melalui Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN),” tukasnya.

Senada disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu Lucky Senduk. “Laporan sudah dibawa ke MK. Kita menanti tahapan selanjutnya,” singkat Senduk.(gel)

Kirim Komentar