27 Mei 2019 11:40

Karangetang Kembali Bergejolak, Warga Dilarang Beraktivitas di Radius 2,5 Km

MyPassion
Gunung Berapi Karangetang di Kabupaten Sitaro kembali mengeluarkan material berupa asap putih, masyarakat diminta untuk waspada.(Don/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih, dengan intensitas tebal dan tinggi sekira 500 Meter di atas Puncak Kawah I. Dan asap setinggi 200 Meter terpantau dari Kawah II Gunung Karangetang, Pulau Siau Kabupaten Kepulauan Sitaro, Minggu (26/5) kemarin. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Didi Wahyudi mengimbau, agar masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati, apalagi melakukan pendakian maupun beraktivitas di dalam zona bahaya.

"Yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah II (Kawah Utara) dan Kawah Utama (Selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah II ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang," bebernya.

Wahyudi menambahkan warga yang bermukim di sekitar Gunung Karangetang, juga dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut. "Hal ini guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu," jelasnya

"Khusus masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Karangetang diminta, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang, yang dapat mengalir hingga ke pantai. Kami juga berharap agar warga selalu mengikuti rekomendasi," harapnya

"Untuk saat ini, status Gunung Api Karangetang tetap sama, yakni berada pada level III (Siaga). Sebab hingga saat ini gunung ini masih terus beraktivitas," kuncinya.

Terpisah, Bupati Sitaro Evangelian Sasingen melalui Sekkab Herry Bogar menambahkan, kepada seluruh dinas terkait untuk selalu waspada akan segala bentuk kemungkinan yang bisa saja terjadi.

“Mengamankan jalur evakuasi dan siap dengan seluruh logistik yang nantinya diperlukan, tentunya kita harus siap dengan segala kemungkinan. Warga pun, yang berada di zona terlarang untuk segera menjauh ke tempat yang lebih aman,” ujar Bogar.(drp/jul)

Kirim Komentar