25 Mei 2019 08:25

Perkembangan Home Stay Digenjot

MyPassion
Daniel Mewengkang

MANADOPOSTONLINE.COM—Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mendorong 15 kabupaten/kota agar meningkatkan ekonomi masyarakat lewat pariwisata.

 

Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang mengatakan, masyarakat yang ada di desa bisa membuat rumahnya menjadi home stay. Namun jelasnya, ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi jika rumah tersebut dijadikan home stay.

"Ya memang kita mendorong agar semua kabupaten/kota bisa membuat home stay. Namun untuk membuka home stay harus ada persyaratan yang harus diikuti. Persyaratanya yaitu pemilik rumah harus tinggal di situ. Kalau dirinya tidak tinggal di situ berarti harus ada izin yang dimiliki," sebutnya.

Mewengkang juga mencontohkan seperti dalam satu rumah ada lima kamar. Tiga kamar telah diisi anggota keluarga, dua sisahnya itu bisa dijadikan home stay. Ini jelasnya telah diterapkan beberapa kabupaten/kota seperti Minahasa, Bitung, Tomohon, Minahasa Utara, Manado dan Minahasa Selatan.

"Kita sangat mendukung, bila ada rumah di kabupaten/kota lain yang menerapkan hal ini. Hasilnya ini kan lumayan, juga mampu meningkatkan ekonomi dari masyarakat di desa tersebut. Namun tentunya, desa harus menjaga keamanan dan ketertiban. Yang pasti tuan rumah, harus melayani turis tersebut," ungkap Mewengkang.

Di waktu yang sama, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Sulut Jhon Paerunan mengatakan, pengelolaan home stay ini memiliki kriteria. Jelasnya, untuk menjadikan satu rumah menjadi home stay harus memastikan dan menjamin keamanan, menjaga ketertiban serta ramah.

"Di Sulut itu sudah ada hampir 70 kamar yang dijadikan home stay. Ini terbesar di enam kabupaten/kota. Untuk home stay juga memiliki catatan. Yaitu tuan rumah harus tinggal di situ. Di depan rumah juga, harus ada tulisan home stay. Kalau perlu ada nomor telepone serta email agar turis yang datang bisa tahu dan memastikan bahwa benar ini home stay yang aman dan nyaman," ungkap Paerunan.

Bebernya, home stay yang paling bagus terdapat di Desa Bahoi Minahasa Utara. Di desa tersebut, menurut Paerunan, ada turis yang sedang melakukan penelitian dan menggunakan rumah warga untuk home stay mereka.

Itu jelasnya, sangat menguntungkan ekonomi masyarakat. Karena setiap harinya turis menyewa sebanyak 150 ribu. Terangnya juga, syarat membuat home stay adalah ada desa wisata dan kelompok sadar wisata.

"Wisatawan datang memang kita inginkan agar harus bersentuhan langsung dengan maksayarakat. Dampak ekonomi juga harus secara langsung masuk ke masyarakat. Dan syarat mendirikan home stay di desa atau kelurahan, yaitu harus adanya organisasi sadar wisata yang mengelola dan itu dikoordinir hukum tua setempat. Ini agar tidak ada saling sikut ataupun beda harga antara masyarakat yang menyediakan home stay," bebernya.

Paerunan menerangkan, bahwa program ini telah dibantu oleh Kementerian Pariwisata lewat promosi serta sosialiasasi kepada turis. Sebutnya juga, penyedia home stay harus memberikan pelayanan yang prima kepada wisatawan.

Serta peranan desa sangat penting dalam penyediaan home stay tersebut. Paerunan menerangkan bahwa ketertarikan wisatawan paling banyak kepada budaya mencapai 60 persen. Kemudian alam 35 persen dan buatan 5 persen. (tr-02/can)

Kirim Komentar