25 Mei 2019 08:26

Pencairan Dahan Sulut Belum Jelas, PMD: Harus Tunggu Juknis

MyPassion
Roy Mewoh

MANADOPOSTONLINE.COM—Pencairan Dana Kelurahan (Dahan) di Sulawesi Utara (Sulut) sampai sekarang belum memiliki kejelasan. Pasalnya, dibeberkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulut Roy Mewoh, petunjuk teknis (juknis) terkait pencairan dan penataan Dahan belum kunjung turun ke Sulut.

"Untuk pencarian Dahan ini, harus menunggu juknis dari pusat. Dan sampai sekarang, itu belum ada di kita. Jadi untuk mengetahui, berapa alokasi Dahan ini maka harus ada juknis. Itu akan mengatur mekanisme pencairan seperti apa. Dan sekarang kita sedang menunggu," ujarnya saat ditemui Jumat (24/5), kemarin.

Mewoh juga memprediksi, penggunaan Dahan ke depannya tidak akan sama dengan Dana Desa (Dandes). Karena, menurutnya, dalam penggunaan Dandes menerapkan sistem padat karya yang infrastruktur harus dikerjakan masyarakat setempat. Dan itu akan berbeda dengan Dahan.

"Kalau kelurahan itu kan, semua infrastruktur yang ada ditata dalam APBD kabupaten/kota setempat. Kalau Dandes, ya sendiri. Karena itu ada sistem padat karya dalam penggunaan Dandes. Jadi saya pikir, penerapan Dandes dan Dahan, bakal berbeda. Namun untuk memastikan itu, harus ada juknis," sebutnya.

Dana yang akan diterima setiap kelurahan juga menurutnya, tidak akan sama. Dia mengatakan, dari Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memiliki setiap profil kelurahan. Karena itu, pemberian Dahan akan menyesuaikan dengan profil desa tersebut.

"Jadi nantinya tidak akan sama setiap kelurahan dalam menerima anggaran Dahan. Pemberian itu, akan dilakukan kementerian berdasarkan profil kelurahan. Jadi kalau jumlah penduduknya banyak, dan jumlah penduduknya kecil tidak akan sama. Begitu juga dengan luas wilayah setiap kelurahan, juga tingkat kemajuan dari kelurahan tersebut. Yang pasti tidak akan sama setiap kelurahannya," ungkapnya.

Dirinya mengatakan, jumlah anggaran Dahan yang akan diterima Sulut belum diketahui secara pasti. Namun, sebut Mewoh, dari pertemuan Temu Karya Nasional Teknologi Tepat Guna yang dilakukan tahun lalu, presiden telah menyampaikan bahwa Dandes untuk tahun ini ketambahan Rp 30 triliun.

12
Kirim Komentar